Sudah 45 Pengaduan di Posko GMHP Kabupaten Tasikmalaya

20
KOMPAK. Ketua dan Komisioner KPU Kabupaten Tasikmalaya kompak untuk menyelamatkan hak pilih di Pemilu 2019.

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

SINGAPARNA – Sejak gerakan melindungi hak pilih (GMHP) disosialisasikan pada 1-28 Oktober, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tasikmalaya sudah menerima 45 pengaduan soal nomor induk kependudukan (NIK) ganda ke posko yang ada di semua desa.

“Hasil laporan dari posko yang dibuka di setiap desa, sudah ada 45 pengaduan dari pemilih terkait adanya NIK ganda. Kemudian kita langsung menyelesaikannya, karena kita kerja sama dengan Disdukcapil,” ujar Ketua KPU Kabupaten Tasikmalaya Zamzam Jamaludin saat dihubungi Radar, Senin (22/10).

Jelas dia, adanya NIK ganda yang meliputi status kependudukan, domisili dan lainnya memang menjadi persoalan dan kebingungan tersendiri jelang Pemilu 2019, sehingga harus segera diselesaikan sejak dini.

Zamzam menilai GMHP ini sangat penting dilaksanakan sebagai langkah dalam menyukseskan pileg dan pilpres 2019.

Karena dengan ini juga hak pilih masyarakat bisa diselamatkan sekali pun ada kejanggalan atau data kependudukan yang ganda.

“Kami ingin memastikan semua masyarakat yang sudah memenuhi persyaratan untuk tetap bisa menggunakan hak pilihnya pada pesta demokrasi lima tahunan ini. Kemudian jangan sampai ada masyarakat yang belum memenuhi syarat tapi masuk daftar pemilih,” tandasnya. (ujg)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.