Sudah 49 Kantong Jenazah Dievakuasi

10

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

JAKARTA – Proses pencarian serpihan pesawat dan korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di  perairan Karawang, Jawa Barat masih terus berjalan.

Siang kemarin, satu kantong jenazah tiba di Posko Terpadu di Jakarta International Container Terminal  (JICT) 2 Pelabuhan Tanjung Priok, Rabu (31/10).

Kantong berisi serpihan pesawat dan tubuh korban tersebut langsung di evakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk identifikasi lebih lanjut.

Dengan tambahan tersebut, total kantong jenazah yang berhasil dievakuasi hingga pukul 13.00 sebanyak 49 kantong.

Jumlah personil yang terlibat dalam operasi SAR gabungan hari ini sebanyak 858 personil dari Basarnas, TNI-polri, KPLP, Bakamla, Perhubungan, Bea Cukai, PMI, dan Potensi SAR SAR lainnya, termasuk masyarakat dan nelayan. Sementara alat utama (alut) yang dikerahkan meliputi 5 helikopter, 44 kapal, dan 15 unit ambulance.

Covered area pencarian masih terbagi dalam 2 sektor utama, dimana sektor 1 pencarian bawah air dengan mengerahkan kapal-kapal yang dilengkapi dengan alat pendeteksi bawah air seperti MBES, Side Scan Sonar, ROV, dan Ping Locator.

Peralatan tersebut terpasang pada Kapal KRI Rigel, Rubber Boat (RB) 206 Kantor SAR Bandung, Kapal Baruna Jaya BPPT, dan Kapal Dominos Pertamina.

Sedangkan proses pencarian dengan penyelaman yang melibatkan penyelam Basarnas Special Group (BSG), Denjaka, Taifib, dan penyelam-penyelam lainnya pada kedalaman 20 – 35 meter di sekitar last contact tersebut dilaksanakan setelah peoses scanning dimana terdapat benda-benda atau objek di dasar laut yamg dicurigai sebagai badan pesawat.

Puluhan kapal lainnya beroperasi di Sektor 2 dimana terdapat serpihan dan bagian tubuh korban yang mengapung.

Hingga sore ini (pukul 15.00 WIB), Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kabasarnas Marsdya TNI M Syaugi beserta jajaran masih berada di lokasi pencarian untuk memimpin langsung pelaksanaan operasi SAR.

“Kita semua berharap, ada hasil yang signifikan pada pelaksanaan operasi SAR hari ini,” kata Kabag Humas Basarnas, SNN Sinaga.

Perketat Pengawasan

Indonesia Traffic Watch (ITW) berharap peristiwa jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Karawang, Jawa Barat, menjadi peristiwa yang terakhir.

Ketua Presidium ITW Edison Siahaan mengatakan, Kementrian Perhubungan untuk tidak berhenti hanya mencopot jabatan Direktur Lion Air.

“Kemenhub sebagai regulator harus menjadikan peristiwa ini momentum, untuk lebih meningkatkan kualitas pengawasan terhadap semua perusahaan penerbangan,” katanya, Rabu (31/10).

Edison juga menyampaikan, agar Menteri Perhubungan (Menhub) mewajibkan seluruh perusahaan penerbangan mengumumkan secara transparan, rekomendasi bahwa pesawat sudah layak terbang.

“Begitu juga pilot dan seluruh awak pesawat harus ada rekomendasi, bahwa kondisi mental dan jiwa serta perilaku mereka dalam kondisi stabil sesuai hasil pemeriksaan psikolog,” paparnya.

Lanjut Edison, rekomendasi itu dipasang atau ditempel di pintu masuk ruang tunggu penumpang dan dapat dibaca oleh para calon penumpang.

“Ketentuan itu wajib dilaksanakan dalam setiap penerbangan pesawat. Sehingga para penumpang dapat memastikan bahwa mereka bukan terbang menuju maut,’’ tuturnya.

Ketentuan itu, jelas Edison, sekaligus dapat menjadi chek and rechek untuk memastikan semua pihak yang terlibat dalam proses penerbangan sudah bekerja sesuai dengan prosedur.

Menurutnya, ITW juga meminta Menhub agar lebih fokus pada upaya-upaya mewujudkan keselamatan penumpang.

”Selain itu Menhub juga harus berani melakukan tindakan tegas hingga pencabutan izin operasi, apabila tidak mentaai aturan sehingga potensi menimbulkan terjadinya kecelakaan,” pungkasnya. (af/hrm/fin)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.