Sudah 8.000 Ayam dari Kementan Mati

144
0
PAKAN. Kelompok Santri Tani Milenial Leuwisari menunjukkan pakan ayam yang belum terpakai, Kamis (21/11). RADIKA ROBI RAMDANI / RADAR TASIKMALAYA

SINGAPARNA – Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Tasik bergerak cepat mencari penyebab matinya ratusan ayam joper yang merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian (Kementan).

“Kita masih lakukan penelitian dan menyelidiki terhadap sampel yang sudah diambil oleh tim beberapa waktu kemarin. Setelah ada laporan, kita langsung datangi lokasi. Dugaan sementara ada tiga diagnosa, di antaranya serangan penyakit gumboro, tetelo dan juga koksi,” ujar Sekdis Pertanian Pangan dan Perikanan Idik Abdulah kepada Radar, Kamis (21/11).

Idik mengatakan, ayam-ayam itu diduga stres, ditambah cuaca yang cukup panas. Sebelumnya pun belum tahu ayam tersebut diberikan pakan apa, cara pemeliharaannya seperti apa. Pasalnya, perbedaan cuaca dan pakan cukup berpengaruh terhadap kesehatan hewan.

“Kepastian mengenai penyakit yang menyerang ayam-ayam tersebut baru bisa dipastikan setelah dilakukan uji laboratorium. Sudah ada yang meninjau ke lapangan, tapi untuk kepastian penyakitnya masih menunggu hasil lab,” katanya, menjelskan.

Penyuluh Pertanian Kabupaten Tasik Feri Tamaludin menyebutkan, ayam jenis joper itu merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian RI untuk para santri di kabupaten. “Sebanyak 102 KSTM (kelompok santri tani milenial, Red) yang menerima bantuan tahun ini, semua rata diberi 500 ekor ayam joper. Ditambah pakan sebanyak 1 ton, juga diberi obat vitamin antibiotik untuk ayam,” jelasnya.

Feri menjelaskan, selain pemberdayaan santri, bantuan tersebut juga sebetulnya untuk mendukung para santri muda ini untuk belajar berwirausaha. Khususnya ilmu wirausaha ternak ayam di pondok pesantren, sehingga mereka bisa lebih mandiri.

Loading...

Sebelumnya, para santri telah diberikan pendampingan tentang pelatihan pembuatan kandang, pemeliharaan, pembuatan pakan hingga pemanfaatan kotoran ayam untuk pupuk kandang.

Tambah Feri, belakang ini pihaknya mendapatkan laporan ayam jenis joper tersebut dari beberapa kelompok. Di antaranya KSTM yang ada di daerah Sukarame, Leuwisari, Cigalontang, Padakembang, Sukaratu Cineam, Rajapolah dan lainnya, kasusnya ayam-ayam banyak yang mati.

“Setiap harinya ada ayam yang mati, setiap KSTM memberikan laporan berapa jumlahnya. Hingga tanggal 14 November lalu jumlah ayam joper yang mati mencapai 8 ribuan atau sekitar 16 persen dari jumlah bantuan ayam yang diberikan oleh Kementan,” katanya.

Lanjut dia, kebanyakan ayam-ayam itu mati setelah satu minggu. Itu pun bertahap, setiap harinya ada yang satuan, puluhan bahkan ratusan ekor. Menyikapi ini, pihaknya hanya membuatkan berita acara kepada pihak kementerian terkait temuan di lapangan dan keluhan yang disampaikan oleh KSTM.

“Soal penggantian ayam yang mati, sebelumnya telah ada penggantian. Hanya saja penggantian ayam yang telah mati itu di bawah 3 hari. Jadi ketika ada ayam yang mati setelah 3 hari maka tidak bisa diganti,” jelasnya. (obi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.