Sudah Dilarang Tetap Dilanjutkan

MASIH SEPI. Pengunjung Taman Wisata Ciwulan di belakang Pendopo Singaparna mengambil foto di papan nama TWC, Minggu (29/4).

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

SINGAPARNA – Komisi IV DPRD Kabupaten Tasikmalaya mengaku kesal rekomendasinya kepada Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) terkait lanjutan pembangunan Taman Wisata Ciwulan (TWC) untuk dihentikan tak digubris. Pasalnya, saat ini lokasi tersebut sedang dilakukan pembangunan akses jalan kawasan wisata.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tasikmalaya Ami Fahmi menyatakan aneh kenapa TWC kembali dilanjutkan pembangunannya. Padahal sudah jelas beberapa waktu lalu menuai polemik. Bahkan pihaknya sudah memberikan rekomendasi untuk pembangunannya tidak dilanjutkan dalam bentuk apa pun.

“Tapi tiba-tiba ada pembangunan jalan menuju kawasan dengan anggaran dari bantuan provinsi. Padahal sudah jelas direkomendasikan untuk tidak dilanjutkan,” ujarnya kepada Radar, Minggu (9/9).

Menyikapi hal ini, kata Ami, Komisi IV akan segera mengundang dinas terkait untuk menanyakan pembangunan jalan menuju kawasan TWC. Karena sudah jelas pembangunan tersebut salah dan tidak masuk pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tasikmalaya.

Kemudian dari sisi manfaatnya juga belum jelas. Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) juga sudah menyatakan kalau kawasan tersebut tidak layak digunakan olahraga tersebut. “Termasuk kawasan ini tidak tepat keberadaannya yang berada di lokasi lingkungan perkantoran Kabupaten Tasikmalaya,” bebernya.

Terpisah, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tasikmalaya Mamik M Fuadi mengatakan pembangunan jalan kawasan wisata TWC ini bersumber dari bantuan Provinsi Jawa Barat sebesar Rp 939.751.000. “Anggaran itu kami sesuaikan dalam realisasinya yang penting bisa dilalui dengan nyaman,” katanya kepada Radar, kemarin.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga  (Disparpora) Kabupaten Tasikmalaya Drs Asep Saeful Bachri MSi mengatakan pihaknya memang mengajukan pembangunan akses jalan menuju TWC untuk anggaran 2018 dan sudah direalisasikan. “Terkait anggarannya berapa kita tidak tahu karena kewenangannya ada di PUPR,” bebernya.

Setelah ini, kata dia, tinggal memikirkan untuk penataan lanjutan kawasan tersebut menjadi lebih baik dan nyaman. Sehingga TWC bisa menjadi daya tarik wisatawan dari berabagai daerah. “Setelah jalan selesai kita akan bangun pintu gerbang untuk penarikan retribusi. Namun apabila semua fasilitas penunjangnya sudah tersedia. Untuk anggarannya kami terus mengajukan setiap tahunnya,” ungkapnya. (ujg)

loading...