Tukang Bangunan Nekat Gagahinya Tetangganya

Sudah Dirampok, Lalu Diperkosa

EKSPOS KASUS.  Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna SIK (kiri) menghadirkan pelaku curas dan perkosaan janda saat ekspos di Mapolres Rabu (15/8). (Yana Taryana / radartasikmalaya.com)

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

KARANGPAWITAN – Fr (31) seorang pekerja bangunan nekat merampok dan menggagahi seorang janda yang merupakan tetangganya sendiri.

Akibat aksinya tersebut,  kini warga Kampung Cikendal Girang Desa Keryamukti Kecamatan Banyuresmi itu harus mendekam di ruang tahanan Polres Garut.

Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna SIK mengatakan  aksi pencurian kekerasan serta persetubuhan kepada korban berinisial NS (48) ini terjadi Kamis malam (2/8) di rumah korban.

Saat itu, kata dia,  korban yang tengah berada di rumahnya, tiba-tiba di datangi pelaku yang masuk ke rumah korban melalui atap.

“Pelaku memasuki rumah korban dengan cara merusak atap menggunakan obeng,” ujarnya, saat konferensi pers di Mapolrtes Garut, Rabu (15/8).

Mengetahui korbannya seorang diri, kata dia, tersangka kemudian menyekap mulut dan kaki korban menggunakan sobekan kain, hingga korban tak berdaya.

“Nah dalam keadaan tak berdaya itulah tersangka memperkosa korban,” ujarnya.

Setelah puas menyetubuhi korban,  kata dia,  pelaku langsung pergi membawa sepeda motor Honda Beat dan sebuah handphone milik korban.

Sementara korban ditinggal dengan keadaan mulut, kaki dan tangan korban masih terikat sobekan kain.

“Pelaku kemudian melarikan diri, setelah menguras barang milik korban,” ungkapnya.

Budi menerangkan  setelah berhasil membawa barang berharga korban,  pelaku melarikan diri dan menjual barang-barang hasil kejahatannya.

“Motor hasil curian dijual seharga Rp 1,5 juta,” katanya.

Pihaknya mengetahui kejadian tersebut,  setelah korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Banyuresmi.

“Korban melaporkan kejadian ini setelah berhasil melepaskan sekapan pelaku,” paparnya.

Adanya laporan tersebut,  kata dia,  pihaknya langsung mengejar pelaku yang merupakan seorang residivis dalam kasus pencurian ini.

“Tersangka sempat buron dua pekan dan berkeliaran di sekitar kampung Cikendal,” ujarnya.

Pihaknya pun terpaksa melumpuhkan timah panas ke kaki pelaku karena mencoba melawan dan berencana kabur saat disergap petugas di rumahnya.

Untuk mendalami kasus itu, kata Budi, pihkanya mulai menyelidiki adanya keterlibatan pihak lain dalam kasus pencurian kendaraan motor milik korban.

“Kami juga tengah periksa seseorang yang diduga penadah barang curian tersangka,” paparnya.

Selama ini, korban sudah tercatat dua kali menjadi penghuni penjara dalam kasus pencurian kendaraan bermotor.

“Makanya penadah tadi kita akan periksa secara intensif, sejauh mana keterlibatannya dalam kasus lain yang melibatkan tersangka,” ungkapnya.

Kini untuk mempertanggung jawabkan kelakuannya, kata Budi, tersangka kembali mendekam di sel tahanan Polres Garut dengan penjagaan ketat petugas.

Atas perbuatannya tersebut,  tambah dia,  pelaku terancam pasal 365 KUHP ayat 1 dan 2 soal pencurian dan kekerasan, serta pasal 286 KUHP tentang persetubuhan terhadap orang yang tidak berdaya.

“Tersangka terancam hukuman 12 tahun dan 9 tahun penjara,” jelasnya.  (yna)

loading...