Sudah Diusulkan Masuk BDT

225
0
MENJEMUR. Yeni, warga Dusun Sukahurip Desa Langensari Kecamatan Langensari menjemur pakaian di tempat tinggalnya Senin (24/6). Tempat yang ditinggalinya kini dulunya kandang sapi.

BANJAR – Keluarga yang tinggal di bekas kandang sapi belum masuk basis data terpadu (BDT). Karena itu, keluarga tersebut tak menerima bantuan. Kepala Dinas Sosial P3A Kota Banjar Drs Asep Tatang Iskandar pun akan meminta petugas di lapangan memperbaharui data.

Setelah diperbarui, kata dia, pihaknya akan mengajukannya ke pemerintah pusat pertengahan tahun ini. Perubahan BDT dilakukan satu tahun dua kali.

“Jika masuk dan disetujui kementerian pusat soal data BDT, maka keluarga Yeni bisa menerima bantuan tahun depan. Entah itu rastra atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT),” kata Tatang Minggu (8/7).

Menurut dia, untuk memasukkan ke BDT, prosesnya harus melalui musyawarah di desa. Pemerintah desa bersama RT, RW setempat harus memusyawarahkan, apakah layak keluarga tersebut masuk BDT. “Itu proses sebelum diakukan ke kita (Dinsos), harus atas persetujuan dari musyawarah dulu di desa,” kata dia.

Ia mengakui luputnya nama Yeni dan keluarga dari BDT tahun 2019 karena keluarga tersebut baru masuk menjadi warga Kota Banjar lagi pada Januari 2019.

“Tidak terdata sebelumnya karena yang bersangkutan kan masih transmigrasi dan baru menjadi warga Kota Banjar lagi Januari lalu,” kata Asep.

Pjs Kepala Desa Lagensari Kecamatan Langensari Angga Tripermana mengatakan ajuan dari pemerintah desa untuk memasukan keluarga Yeni ke BDT sudah dilakukan. Namun terkendala proses masa pembaruan.

“Ketika diajukan kan tidak serta merta masuk data, harus menunggu diusulkan dulu ke pusat oleh Dinsos. Sedangkan usulan itu kan biasanya enam bulan sekali,” kata dia.

Diberitakan sebelumnya, Koordinator Keluarga Mahasiswa Kota Banjar Awwal Muzakki mendorong pemerintah kota memasukan keluarga yang tinggal di bekas kandang sapi masuk basis data terpadu (BDT). Imbas dari tak terdaftar BDT, selama satu tahun terakhir keluarga Yeni tak mendapat bantuan dari pemerintah.

“Mereka (keluarga Yeni) kan sudah jelas masuk warga miskin, aset pun tidak punya. Tinggalnya di bekas kandang sapi,” kata Awwal Minggu (7/7). Menurut dia, tidak masuknya keluarga Yeni ke BDT menjadi bukti lemah dan lalainya koordinasi dari bawah hingga atas. (cep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.