Empat Tahun, Lebih 10 Hewan Ternak Dimangsa Hewan Buas

Sudah Empat Macan Tertangkap

17

CIAMIS – Teror macan tutul dan kumbang kepada warga di kaki Gunung Sawal, Ciamis terus terjadi. Hewan ternak dimakan hewan buas itu.

Namun, kini untuk keempat kalinya, dalam empat tahun terakhir, tiga macan tutul dan satu macan kumbang tertangkap warga.

Di Dusun Cikupa Desa Cikupa Kecamatan Lumbung, Jumat (28/9) sekitar pukul 07.00, ditemukan macan kumbang berada di dalam perangkap yang dipasang warga setempat.

Hewan buas tersebut berkelamin jantan. Panjangnya sekitar 1,5 meter. Kini hewan pemakan daging itu dibawa Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah III Ciamis.

Tokoh masyarakat Desa Cikupa Asna Maullana Sidik menjelaskan teror macan tutul di desanya tidak pernah berhenti. Hewan peliharaan warga, seperti kambing atau anjing menjadi sasaran macan tutul.

Kamis malam (27/9), warga me­masang perangkap. Mereka me­masukan bangkai hewan yang sebelumnya mati dimakan ma­can ke dalam perangkap besi.

MELIHAT MACAN TUTUL. Warga Dusun Cikupa Desa Cikupa Kecamatan Lumbung melihat macan tutul yang tertangkap warga Jumat (28/9). Foto bawah, kondisi macan tutul di dalam perangkap. (Iman S Rahman/radartasikmalaya.com)

“Kami bersama warga nunggu di saung yang jarak dengan kerangkeng 50 meter. Nah pada pagi-pagi (Jumat, 28/9) sekitar pukul 07.00 perangkap besinya berbunyi gaduh. Setelah kami cek ada satu ekor macan tutul yang terperangkap,” jelasnya.

Penjelasan Asna, sejak 2014, sudah lebih 10 ekor kambing yang dimakan macan. Di setiap tahun pula, hewan buas itu berhasil ditangkap warga. Macan kumbang ditangkap warga, kata dia, pada 2015.

“Saya kurang tahu apakah populasinya banyak atau tidak. Namun bila melihat dari runtutan kejadian sudah empat yang tertangkap,” paparnya.

Mungkin saja, kata Asna, macan tutul turun ke perkampungannya, karena makanan di Gunung Sawal sudah mulai sulit.

Warga berharap pemerintah turun tangan atas aksi teror macan kumbang itu. Salah satunya yaitu dengan membangun benteng antara Gunung Sawal dengan perkampungan. Dengan demikian, hewan buas tidak bisa masuk ke pemukiman warga.

“Harapan kami juga adanya penangkapan oleh warga ada kompensasi juga kepada masyarakat. Karena kita juga tahu hukum tidak sampai melukai hewan dilindungi juga,“ terangnya.

Kepala Desa Cikupa Isan Supriatna mengatakan pada umumnya masyarakatnya sudah resah atas adanya teror macan tutul.

“Semoga dengan tertang­kap­nya yang keempat ini, menjadi yang terakhir dan tidak terulang kembali,” ujarnya. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.