PERSEBAYA 4 - 0 PERSIB

Sudah Kalah Sebelum Tanding

24
0
MENGECEWAKAN. Debut Ezteban Vizcara bersama Persib Bandung berakhir pahit. Setelah kemarin (5/7) Maung Bandung kalah dengan skor telak 4-0 dari Persebaya Surabaya.

SURABAYA – Tidak ada lagi sanjungan bagi pemain Persib Bandung usai laga melawan Persebaya di stadion Gelora Bung Tomo, kemarin (5/7). Para bobotoh yang hadir langsung ke stadion meneriakkan kembali Persib butut.

Pada pertandingan sebelumnya, teriakan yang sama menggema di stadion Si Jalak Harupat.  Waktu itu, Maung Bandung dikalahkan Bhayangkara FC 1-2.

Teriakan tersebut bentuk kekecewaan bobotoh yang melihat penampilan tim kesayangannya kurang baik dalam beberapa pertandingan terakhir. Dari enam laga yang telah dilalui, hanya membukukan satu kemenangan, tiga hasil imbang dan dua kali kalah.

Tentunya, hasil yang mengecewakan untuk tim sekelas Persib. Dimana komposisi pemain saat ini merupakan kelas wahid yang berlaga di Indonesia.

Legenda hidup Persib Bandung Yudhi Guntara merasa malu dengan kekalahan yang dialami tim yang pernah dibelanya pada era 90-an. Menurutnya, Maung Bandung jarang kalah besar ketika bertemu Persebaya.

“Sebagai mantan pemain tentunya malu, Persib jarang kalah besar. Kalau sampai 4-0 pemain benar-benar kehilangan konsentrasi, mereka (pemain) bingung apa yang harus diperbuat,” katanya kepada koran ini, kemarin.

Yudhi menilai ada beberapa faktor yang membuat Ezechiel Nduoassel dkk harus menelan kekalahan besar dari ‘saudaranya’ itu. Menurutnya, datang ke Gelora Bung Tomo Persib dalam tekanan. “Kalau menurut saya, Persebaya performanya lagi naik, kemudian dia bermain d kandang, didukung Bonek, itu merupakan satu motivasi bagi Persebaya.  Sebaliknya, Persib punya tekanan, beban harus menang, dan posisinya main tandang,” ujarnya.

Pada pertandingan kemarin,  Pelatih Robert Albert tak menampik jika rasa gugup menghinggapi pemainnya. Karena pemain takut kalah lagi.

“Stres memang menghinggapi tim, dan ada rasa gugup dari pemain karena takut menerima kekalahan lagi,” tegasnya di stadion Gelora Bung Tomo, usai laga.

Pelatih asal Belanda tersebut mengaku tidak tertekan dengan kekecewaan dari bobotoh. Karaena menganggap tekanan itu datang dari dalam tim sendiri. “Suporter kami ingin menang dan kami sudah melakukan itu. Jika kami melihat keadaannya dan kami tahu cara menyikapi situasi ini, kami butuh waktu.  Tim ini dipilih dengan pelatih yang berbeda dan kami sekarang harus mengubah banyak hal,” ucapnya.

Sementara itu, pelatih Persebaya Djadjang Nurdjaman (Djanur) tidak dapat menyembunyikan rasa bahagia. Menurutnya, kemenangan ini ditujukkan untuk Presiden Klub, Azrul Ananda yang sedang berulang tahun.

“Kita apresiasi pemain hari ini, bukan karena menang telak, tapi pemain bermain sangat efektif. Saya juga respek pada Persib. Kemenangan ini untuk Presiden klub dan Bonek Bonita yang tak henti mendukung kami,” katanya. (pra)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.