Beranda Nasional Sudah Minta Maaf, PA 212 Bikin Nasib Sukmawati Soekarnoputri Makin Tragis

Sudah Minta Maaf, PA 212 Bikin Nasib Sukmawati Soekarnoputri Makin Tragis

218
0
BERBAGI
Perwakilan Persaudaraan Alumni 212, Dedi Suhardadi ikut laporkan Sukmawati ke Bareskrim Polri, Rabu (4/4/2018)

JAKARTA – Usai menyampaikan permintaan maaf dan klarifikasi, nasib Sukmawati Soekarnoputri makin tragis.

Sebab, dirinya kembali resmi dilaporkan ke polisi dan menempatkannya sebagai pihak terlapor.

Kali ini, pelaporan datang dari Persaudaraan Alumni (PA) 212 yang diwakili Dedi Suhardadi.

Laporan itu dibuat di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (4/4/2018).

Sudah Minta Maaf, Sukmawati Soekarnoputri Dapat ‘Hadiah’ di Bareskrim Polri

Dengan dikawal belasan orang berjaket ala tentara lengkap dengan atribut 212 Bela Islam Pembela Ulama, Dedi melaporkan Sukmawati atas dugaan penistaan agama.

“Melaporkan dugaan tindak pidana penodaan agama yang dilakukan oleh Ibu Sukmawati,” ujar Dedi sebelum melapor di Bareskrim Polri.

Dedi pun sependapat dengan pelapor-pelapor Sukma sebelumnya, yang menilai puisu berjudul ‘Ibu Indonesia’ itu telah sangat melukai umat Islam kendati ada pula yang berpendapat itu adalah puisi dan seni.

Minta Maaf, Sukmawati Soekarnoputri Seret Designer Anne Avantie

Ditegaskannya, dirinya sama sekali tak mempermasalahkan puisi dan seninya. Melainkan konten dan diksi kata yang dipakai Sukma.

Untuk diketahui, sejak kemarin hingga saat ini, tercatat sudah ada empat laporan atas Sukmawati. Dua di Polda Metro Jaya dan dua lainnya di Bareskrim Polri.

Bisa jadi, jumlah pelaporan tersebut bisa saja bertambah setiap harinya. Sebab, tak sedikit pihak yang gerah dengan puisi karya perempuan yang sudah ditetapkan tersangka pemalsuan ijazah itu.

Puisi Sukmawati Soekarnoputri, Polda Metro Jaya Sarankan Musyawarah, Anda Setuju?

Terbaru, laporan dibuat oleh seorang pengacara, Azam Khan dan diterima Bareskrim Polri dengan Nomor LP/450/IV/2018 dengan sangkaan Pasal 156 dan/atau 156a KUHP tentang Penistaan Agama.

Laporan pertama sebelumnya dicatatkan oleh politisi Hanura Amron Asyari ke Polda Metro Jaya dan diterima dengan Nomor LP/1785/IV/2018/PMJ/Dit. Reskrimum.

Laporan kedua, dibuat seorang pengacara Denny Adrian Kushidayat dengan pasal yang sama.

Tak cukup disitu saja, Denny juga membeberkan bahwa Sukmawati sebelumnya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Yakni atas kasus pemalsuan ijazah.

Laporan yang dibuat Denny telah diterima polisi dengan nomor LP/1782/VI/2018/PMJ/Dit. Reskrimum.

Selain penistaan agama ia juga melaporkan Sukmawati dengan pasal 16 UU 40/2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

Sukmawati Soekarnoputri Minta Maaf, Polda Metro Jaya Ungkap Nasibnya

Di sisi lain, Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) juga berencana akan melaporkan Sukmawati ke Bareskrim Mabes Polri dengan kasus yang sama.

“Iya karena itu kan kami menilai adanya pelanggaran mengandung SARA,” ujar Ketua Umum FUIB Rahmat Himran ketika dikonfirmasi, Selasa (3/4/2018).

FUIB juga menganggap Sukmawati melanggar UU ITE Pasal 28 Ayat 2 terkait penyebaran ujaran kebencian yang berencana akan melaporkan pada Kamis (5/4/2018) mendatang.

Sambil Tersedu, Sukmawati Akhirnya Minta Maaf, tapi…

Akan tetapi, bisa saja bakal makin banyak ormas lain yang ikut melaporkannya.

“Kalau ada ormas lain yang ingin melapor (lagi) silakan saja,” tutupnya.

Selain itu, sejumlah pengacara muslim dan Persaudaraan Alumni (PA) 212 juga sudah berniat melaporkan Sukmawati dengan tuduhan yang sama.

Sementara, PWNU Jatim pun sudah memerintahkan kepada GP Ansor Jatim untuk membuat laporan serupa di Polda Jawa Timur.

Sukmawati: Tak Ada Niat Hina Umat Islam, Saya Bangga Keislaman Saya

Sukmawati Soekarno putri dalam keterangannya kepada wartawan, mengaku bahwa puisinya telah menimbulkan pro kontra di kalangan masyarakat, khususnya umat Islam.

“Dengan ini, dari lubuk hati yang paling dalam, saya mohon maaf lahir dan batin kepada umat Islam Indonesia,”

“Khususnya bagi mereka yang merasa tersinggung dan berkeberatan dengan puisi ‘Ibu Indonesia’,” ucap Sukmawati sembari terisak.

Sukmawati menyatakan, puisi tersebut adalah pandangan pribadinya sebaagai seniman dan budayawati.

“Puisi Ibu Indonesia yang saya bacakan semata adalah pandangan saya sebagai seniman dan budayawati dan murni merupakan karya sastra Indonesia,” ujarnya di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat.

Sudah Pernah Diterbitkan 2006, Kenapa Sukmawati Pilih Puisi ‘Ibu Indonesia’?

Akan tetapi, ia tetap tidak meralat ataupun menyalahkan karyanya sebagai sebuah pandangan pribadi dan dinilainya patut diungkapkan.

“Dengan ini, dari lubuk hati yang paling dalam, saya mohon maaf lahir batin kepada umat Islam Indonesia, khususnya bagi yang merasa tersinggung dan berkeberatan dengan puisi Ibu Indonesia,” katanya.

“Saya mewakili pribadi, tidak ada niatan untuk menghina umaf Islam Indonesia dengan puisi Ibu Indonesia,” ujarnya di depan awak media.

Ini Alasan Sukmawati Ciptakan Puisi Kontroversial Singgung Umat Islam

Sukma bahkan membawa nama besar ayahnya yang punya peran penting dalam kiprahnya di organisasi besar Islam seperti Muhammadiyah dan NU.

“Saya adalah seorang muslimah yang bersyukur dan bangga akan Keislaman saya,” kata dia.

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here