Sudah Tiga Anggota GM FKPPI Jadi Korban

329
0
Loading...

Kasus yang menimpa Agus Supriatna, bukan kejahatan jalanan pertama yang menimpa organisasi Generasi Muda Forum Komunikasi Putra-putri TNI Polri Indonesia (GM FKPPI).

Sebelumnya, diketahui ada dua kasus kejahatan jalanan yang menimpa anggota GMFKPPI Rayon Cisayong dan Sukaratu di Kabupaten Tasikmalaya.

Ketua GM FKPPI Kabupaten Tasikmalaya Dr Iwan Saputra SE MSI mengatakan perbuatan pelaku kejahatan jalanan merupakan tindakan tak bertanggungjawab. Pasalnya, dilakukan tanpa ada permasalahan sebelumnya. “Itu tindakan pengecut, apalagi setelah menganiaya lalu kabur,” ujarnya saat menengok Agus Supriatna di rumahnya di Babakan Cikurubuk, Sambongpari, Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Senin (11/3).

Pihaknya berharap aparat menangkap dan mengungkap pelakunya. ”Tentu kami mendorong pihak kepolisian mengusut tuntas kasus ini, supaya tidak meresahkan masyarakat,” tuturnya.

Terlebih, kata Iwan, kejadian penganiayaan terhadap anggota GM FKKPI ini, bukan yang pertama kali terjadi. “Ini (Agus, Red) merupakan korban ketiga, yang dianiaya para begundal jalanan,” paparnya.

Menurutnya, musibah yang menimpa Agus mendapat reaksi dari kader-kader GM FKPPI di berbagai daerah untuk bergerak. Namun, dia mengimbau semua anggota dan pengurus tenang dan menyerahkan prosesnya kepada kepolisian. “Kami taat hukum, dan ini sudah menjadi ranah kepolisian,” tegasnya.

Wakil Sekretaris GM FKPPI Kabupaten Tasikmalaya Septian Hadinata menyebut dua kasus sebelumnya yang menimpa anggota GM FKKPI yakni terhadap Kahfi Gifari tahun 2017. Dia merupakan anggota rayon Kecamatan Cisayong yang diserempet oleh 12 orang tak dikenal di wilayah Parakan Honje, Indihiang. “Kejadiannya 2 tahun lalu, korbannya anak saya sendiri,” ungkapnya yang juga mendampingi Iwan menengok Agus.

Loading...

Saat itu, kata dia, Gifar dianiaya oleh pelaku kejahatan jalanan, lalu sepeda motornya dibuang ke sungai. “Kala itu, 12 orang pelaku berhasil ditangkap oleh aparat kepolisian. Karena anak saya (Gifar) kenal dengan salah satu pelaku,” ceritanya.

Kasus kedua yakni November 2018, menimpa anggota Rayon Kecamatan Sukaratu yang dijambret di Jalan Galunggung saat bersama istrinya. Beruntung ada mobil Patwal yang melintas, sehingga pelaku langsung kabur meskipun korban sudah terjatuh. “Ditolong sama anggota Patwal, kalau tidak mungkin barang-barangnya sudah diambil,” terangnya.

Saat menengok ke rumah Agus, keluarga besar GM FKKPI pun memberikan santunan, yang langsung diserahkan kepada istri Agus, Enung Nurhayati. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.