Sudahi Krisis Air Bersih Tahunan!

102
0

Ketua DPD KNPI Kota Tasikmalaya Ahmad Junaedi mendorong Pemkot menggencarkan pembebasan bukit resapan air dan penghijauan. Sebagai upaya menjaga ketersediaan air menghadapi kemarau.

“Pemerintah dalam membebaskan lahan tentu berkompetisi dengan pihak swasta atau perseorangan. Keduanya sisi berbeda, kepentingan Pemkot untuk melindungi bukit resapan air supaya tidak digarap atau dijadikan bentuk lain,” ucapnya kepada Radar, Rabu (12/6).

Tokoh muda NU ini menyebut perlunya keberpihakan anggaran dalam menjaga kondisi lingkungan. Salah satunya, membiarkan bukit resapan air tetap berfungsi. Bahkan terus dihijaukan supaya semakin banyak mengikat air tanah.

“Dampak itu tidak terasa langsung. Tetapi berkala, salah satunya sekarang kerap kekeringan tentu akibat tahun-tahun sebelumnya. Otomatis kalau sekarang kita tidak menjaga atau tidak menghijaukan dan membiarkan bukit tetap berfungsi, dampak akan terasa tahun-tahun ke depan,” terangnya memaparkan.

Di samping itu, kata mantan aktivis mahasiswa ini, bantuan distribusi air yang dilakukan Pemkot mau pun swasta ketika kekeringan terjadi, bukan solusi permanen. Sehingga tidak bisa diandalkan dalam mengatasi persoalan sulitnya air bersih.

“Kita pahami, warga yang kerap kekeringan pasti was-was ketika masuk musim kemarau. Lalu butuh bantuan distribusi air, sementara tahun depan harus begitu lagi,” jelas pria yang akrab disapa Jun ini.

Dia berharap fenomena tersebut bisa diakhiri, sehingga tidak semakin meluas setiap tahunnya, bahkan menimbulkan gejolak masyarakat. Minimalnya dapat ditekan dampak musim kemarau yang dirasakan masyarakat.

“Kita tidak ingin karena persoalan ini tidak tertangani dengan baik, lama kelamaan jadi persoalan sosial,” ucapnya menegaskan.

Wakil Ketua DPD KNPI Kota Tasikmalaya Abdullah Ahyani menambahkan Pemkot sudah saatnya bisa menyudahi fenomena tahunan karena kekeringan melanda beberapa wilayah rawan krisis air sudah bukan satu atau dua tahun ke belakang.

“Semestinya, harus ada langkah ampuh. Sebab, kondisi lingkungan semakin hari semakin memburuk apabila tidak dipelihara sejak lama. Krisis air sampai cukup parah itu mulai muncul mungkin lima tahun terakhir ini, dahulu bisa saja belum terjadi,” kata dia.

Ketua Lembaga Penyelamat Lingkungan Hidup (LPLHI) Kota Tasikmalaya Asep Devo, sebelumnya, mengingatkan kondisi kekurangan air bersih terbilang rutin selama 5 tahun terakhir. Terutama ketika terjadi kemarau panjang, otomatis beberapa titik rentan kekeringan harus ditangani BPBD.

“Musim di Indonesia kan tidak banyak, kalau tidak hujan ya kemarau. Seharusnya Pemkot bisa berkaca dari tahun-tahun sebelumnya, kalau kemarau pasti ada wilayah krisis air,” kata dia.

Maka, dia menyarankan Pemkot mulai melaksanakan langkah konkret dalam mengatasi persoalan tahunan itu. Minimalnya, ketika kemarau panjang warga tidak harus dibantu secara rutin distribusi air bersih yang tentunya menelan cukup banyak anggaran.

“Misalnya sediakan torn-torn besar di titik tertentu, menampung air bagi warga yang di sekitarnya terdapat mata air. Sehingga ketika krisis bisa digunakan, baru kiriman air dari BPBD digunakan sirkulasi, bukan warga mengantre lagi ambil ember dan mengantre,” ucap Asep memaparkan. (igi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.