Suhu Politik Meninggi, Semua Pihak Wajib Antisipasi

8

JAKARTA – Pesta demokrasi Pemilihan Umum yang jatuh pada 17 April 2019 semakin dekat. Semua pihak, baik penyelenggara Pemilu, Pemerintah dan jajaran keamanan TNI, Polri, BIN, BSSN dan stakeholdernya lainnya berkewajiban menjaga kondusifitas atau iklim politik jelang Pemilu Serentak 2019.

Strategiantipastidari setiap potensi kerawanan sewaktu-waktu bisa saja muncul. Sehingga dapat menjalar pada setiap tahapan Pemilu.

Penyebab yang harus diwaspadai dan antisipasi antara lain ujaran kebencian, hoax, fitnah, black campaign, dan politisasi SARA.

Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, sekaligus juru bicara Kemendagri Bahtiar Baharuddin mengatakan sebenarnya sejumlah lembaga sudah melakukan antisipasi.

Terutama adalah Penyelenggara Pemilu itu sendiriseperti Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) termasuk Non Governmental Organisation (NGO), kampus serta aktivis penggiat pemilu.

Ia menuturkan, Bawaslu juga telah mengeluarkan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP). Selain itu aparat TNI/Polri, BIN serta aparat keamanan lainnya dan Kemendagri sebagai regulator pemilu patut mengantisipasi potensi kerawanan di setiap tahapan Pemilu serentak 2019.

Misalnya sejak awal Kemendagri selalu mengingatkan terkait regulasi. Regulasi pun salah satu potensi kerawanan atau sumber konflik jika aturan teknisnya tidak terang atau tidak jelas dan bisa menimbulkan multitafsir di lapangan termasuk perdebatan publik yang tidak substantif, kata Bahtiar, kemarin.

Oleh sebab itu, seringkali ketidaksamaan pemahaman penyelenggara dan peserta pemilu secara teknis di lapangan bisa memicu insiden konflik.

Sehingga setiappenyusunan aturan teknis penyelenggaran, baik yang disusun PKPU, Peraturan Bawaslu dan Peraturan DKPP selalu dikonsultasikan dengan DPR dan Pemerintah sebagai regulator.

Pemerintah khususnya Kemendagri selalu ingatkan agar penyelenggara tidak membuat penafsiran aturan di luar UU yang justru bisa kontra produktif.

Sebab ini akan menyita konsentrasi waktu, tenaga dan pikiran yang sedang fokus menysiapkan segala hal menuju 17 April 2019, ujarnya.

Lebih lanjut Bahtiar menjelaskan Pemilu merupakan sebuah kontestasi. Maka memerlukan lingkungan yang kondusif, sejuk, damai dan aman.

Sehingga di dalam setiap kesempatan, Mendagri selalu mengingatkan bahaya dari racun demokrasi.

Maka setiap waktu, setiap saat dalam forum apapun Pak Mendagri Tjahjo Kumolo selalumengingatkan yang namanya racun demokrasi yang dapat merusak peradaban demokrasi.

Racun demokrasi tersebut adalah politisasi SARA, politik uang, negatif campaign, fitnah, ujaran kebencian, hoax atau berita bohong, jelasnya.

Sebab, yang namanya racun demokrasi bisa memanaskan situasi di lapangan. Olehnya itu, seluruh pihak baik kontestan maupun masyarakat ketika melihat ada gelagat perkembangan yang negatif,harus segera menyatukan kekuatan mendinginkan suasana publik. Jangan yang panas itu semakin memanas.

Selain itu, Ia juga menyampaikan dari sisi aspek integritas dan profesionalisme penyelenggara pemilu penting untuk dijaga. Hal ini sebagai bagian dari antisipasi kerawanan dari pelaksanaan Pemilu Serentak 2019.

Aspek integritas dan profesionalisme penyelenggara Pemilu sangat penting. Kurang lebih sekitar 8 juta jumlah penyelenggara mulai dari KPU, KPUD Provinsi, KPUD kabupaten/kota, PPK, KPPS, dan juga jajaran Bawaslu, Bawaslu Provinsi, Bawaslu kabupaten/kota, Panwas Kecamatan, Panwas pemilihan desa/kelurahanan sampai pengawas TPS.

Termasuk panitia pemilihan luar negeri dan seterusnya yang akan mengelola dan mengurusi pelaksanaan teknis pemilu nantinya di 868.608 TPS, bebernya.

Dengan terjaganya integritas dan profesionalismejajaran penyelenggara pemilu, lanjut Bahtiar, akan mampu mencegah konflik dan respon positif dari semua pihak.

Baik peserta pemilu maupunmasyarakat akan menerimanya jika seandainya ada perbedaan-perbedaan dilapangan atau perselisihan yang muncul pada setiap tahapan pelaksanaan Pemilu.

Oleh karena itu, profesionalisme dan integritas penyelenggara pemilu adalah kunci utama dan terutama yang mampu menjamin sukses Pemilu serentak 2019. Sehingga hasil pemilu dapat dipercaya dan diterima oleh siapapun.

Dan kami percaya dan yakin rekan-rekan penyelenggara pemilu memiliki modal tersebut, pungkasnya. (HRM/FIN)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.