Sulap Pekarangan Rumah Jadi Lahan Produktif

66
DISKUSI. Warga Kampung Sawah Lega Kecamatan Kadipaten berdiskusi dalam pemanfaatan pekarangan rumah untuk ditanami sayuran, Minggu (10/2).

KADIPATEN – Warga Kampung Sawah Lega Desa/Kecamatan Kadipaten menyulap pekarangan rumah menjadi lahan produktif dengan menanam berbagai jenis tanaman.

“Ini merupakan gerakan dalam pemanfaatan lahan pekarangan rumah dengan menanam jenis tanaman yang bisa dijual untuk menutupi kebutuhan sehari-hari,” ujar Fasilitator Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat Karom SPDi MM kepada Radar, Minggu (10/2).

Menurut dia, Kampung Sawah Lega ini merupakan juara dalam program untuk menciptakan pendekatan agar masyarakat secara partisipatif melakukan penataan dan pengolahan kawasan. Sehingga kampung ini secara estetika tertata rapi, indah dan menghasilkan nilai ekonomi.

“Kampung ini tercipta atas dasar partisipasi masyarakat. Salah satu program yang telah berjalan di antaranya kawasan rumah pangan lestari. Di mana memanfaatkan pekarangan rumah untuk ditanami berbagai macam tanaman yang bisa menghasilkan uang,” terangnya.

Program ini, kata dia, warga hanya memanfaatkan pekarangan rumahnya untuk ditanami sayuran, tanaman obat, pangan yang mendukung terhadap kebutuhan masyarakat. “Misalnya cabai, tomat, kangkung, mentimun dan jenis sayuran lainnya yang bisa dijual dan dibutuhkan masyarakat,” katanya.

Lanjut dia, program ini sudah berjalan sejak dua tahun lalu. Sampai sekarang, sudah ada 7.000 polybag yang tersebar di lima RT atau sekitar 300 rumah. Jumlah tersebut terus bertambah dengan semakin tingginya antusias masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah.

“Selain mandiri dalam pengelolaan pekarangan rumah. Kampung ini juga mandiri dalam mengolah sampah untuk dijadikan pupuk kompos yang digunakan tanam yang ditanam di pekarangan rumah,” bebernya.

Kader Ecovillage Kampung Sawah Lega Apong (45) diharapkan semakin banyak warga yang berpartisipasi memanfaatkan pekarangan rumah dengan menanam berbagai jenis tanaman. “Sehingga, warga memiliki penghasilan tambahan atau menghemat ketika untuk konsumsi pribadi,” katanya.

Rianti (36), warga Kampung Sawah Lega mengaku senang dengan menanam sayuran di pekarangan rumahnya. Selain bisa menghemat uang belanja sehari-hari, akan ada pemasukan juga ketika tanamannya dijual ke warga lain.

“Banyak untuknya, kita tidak perlu belanja sayuran lagi untuk makan sehari-hari. Bahkan kita juga bisa mendapatkan untung dengan menjualnya,” pungkasnya. (obi)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.