1 Malaysia vs Indonesia 1 (Indonesia Kalah Adu Penalti 2-3)

Sulitnya Mengulang Sejarah

105
Para Pemain Indonesia tertunduk lesu usai kalah adu penalti saat melawan Malaysia pada pertandingan Semifinal AFF-U19 2018 di Gelora Delta Sidoarjo, kemarin, Kamis (12/7/2018). Dalam pertandingan ini Tim Nasional Indonesia harus menelan kekalahan dengan adu penalti dengan skor 4-3.FOTO:Dipta Wahyu/Jawa Pos

SIDOARJO – Sukses juara Piala AFF U-19 2013 selalu dikenang dan diimpikan untuk terulang. Ternyata, itu belum juga tercapai. Bahkan, ketika bermain di stadion yang sama dengan edisi 2013 ketika Evan Dimas Darmono dkk menjadi bintangnya, yakni Stadion Gelora Delta, Sidoarjo.

Indra Sjafri yang ketika itu membawa timnas U-19 Indonesia juara, belum mampu mengulang capaian terbaiknya itu. Egy Maulana Vikri dkk gagal melaju ke final setelah kalah adu penalti 2-3 melawan Malaysia dalam semifinal tadi malam. Adu penalti dilakukan setelah imbang 1-1.

Dari lima eksekutor penalti Indonesia, tiga di antaranya gagal. Yakni, Witan Sulaiman, Firza Andika, dan Hanis Saghara. Sedangkan, satu-satunya eksekutor penalti Malaysia yang gagal adalah M. Zafuan. Sepakannya masih mampi ditepis kiper Indonesia M. Riyandi.

”Kami sudah mempersiapkan penalti selama latihan. Kami sebenarnya siap. Tapi, takdir berkata lain,” ucap pelatih timnas U-19 Indonesia Indra Sjafri.

Gelandang Asnawi Mangkualam juga mengatakan hal senada. ”Tim sudah berusaha maksimal. Mungkin Tuhan belum mengizinkan kami melangkah ke babak selanjutnya,” tuturnya.
Indonesia mengawali pertandingan dengan percaya diri. Mereka unggul lebih dulu pada menit kedua melalui gol Egy Maulana Vikri dari titik penalti. Penalti diberikan lantaran Saddil Ramdani dilanggar pemain Malaydia M. Zahril Azri. Tapi, Malaysia menyamakan skor pada menit ke-14 melalui tandukan M. Syaiful.

Pada babak pertama, Indra Sjafri memaikan skema sedikit berbeda ketimbang laga sebelumnya karena bergabungnya Egy. Performa pemain asal Medan itu cukup sering merepotkan lawan. Hanya, para pemain yang lebih terbiasa dengan 4-3-3 tampak kurang luwes memainkan skema baru.

Pada babak kedua, perubahan dilakukan dengan menarik M. Ralfi Mursalim digantikan Todd Rivaldo Ferre. Indonesia juga turun dengan skema 4-3-3. Hasilnya cukup baik dengan mencatat 14 tembakan dan lima di antaranya tepat sasaran. Sayang, tak ada gol tercipta.

”Mereka sudah bermain dengan apa yang kami inginkan. Babak kedua juga sudah menguasai pertandingan. Tapi, laga tadi harus diakhiri dengan adu penalti,” kata Indra Sjafri.

9
Bagi Malaysia, kemenangan itu membawa mereka ke final. Mereka akan menghadapi Myanmar yang pada sore kemarin menyingkirkan juara bertahan Thailand. Tahun lalu Malaysia juga masuk ke final. Hanya, mimpi mengangkat trofi harus patah akibat kekalahan 0-2 oleh Thailand. Tentu ini menjadi momentum bagi Malaysia untuk membalas kegagalan tahun lalu.

”Karena kami sudah masuk ke final maka target kami adalah juara. Ini hasil yang bagus bagi kami yang hanya mempersiapkan tim ini selama dua hari,” ucap pelatih Malaysia Bojan Hodak. (nia/gil/ham/jpg)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.