Pemkot Tasik yang Pertama Salurkan Bantuan langsung ke Lombok

Sumbang Masjid yang Atapnya Hanya Ditutup Daun Pisang

2

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

Pasca gempa bumi yang menimpa beberapa wilayah di Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB), Kondisinya hingga kini

masih sangat memprihatinkan. Banyak warga Lombok yang mengaku masih kesulitan mencari tempat tinggal baru.

Firgiawan, Lombok, NTB

Rabu (26/9) pagi sekitar Pukul 08.00 WITA, rombongan Peme­rintah Kota Tasikmalaya yang dikoman­doi langsung Wali Kota Drs H Budi Budiman menyusuri ja­lur menuju Kampung Embar-Em­bar Desa Persiapan Andalan Keca­matan Bayan Kabupaten Lom­bok Utara (KLU) Nusa Tenggara Barat.

Dari Kota Mataram, perjalanan ditempuh menuju lokasi sekitar 2 jam dengan jarak 79 kilometer atau Setara Kota Tasikmalaya ke Kabupaten Pangandaran. Infrastruktur jalan cukup memadai untuk menuju lokasi, dari Kota Mataram tim bergerak menuju arah Utara dengan menyusuri perkampungan dan padang pasir yang tandus. Sepanjang perjalanan selepas keluar dari wilayah kota, kiri dan kanan jalan rombongan disuguhi pemandangan puing bangunan rumah, sekolah, kantor pemerintahan dan lainnya.

Menandakan, 6-7 skala richter yang kala itu mengguncang begitu dahsyat. Sesekali, rombongan juga dihibur dengan pemandangan pantai yang hanya berjarak puluhan meter saja dari aspal jalan menuju lokasi pendistribusian bantuan.

Setibanya di lokasi, tim disambut beberapa tokoh dan aparat pemerintahan setempat. Yang mengatakan Pemerintah Kota Tasikmalaya merupakan satu-satunya pemerintah daerah di Indonesia yang mendistribusikan langsung bantuan ke lokasi gempa. Apalagi dihadiri langsung oleh kepala daerahnya.

Tokoh masyarakat yang juga Koordinator BPBD Desa Persiapan Andalan, Amir Mahmud terharu dengan kehadiran tim saat menyambut rombongan. Bersyukur adanya rasa kepedulian atas hadirnya rombongan Pemkot di lokasi. Apalagi tim dari Kota Tasikmalaya sejak Sabtu (22/9) sudah terlebih dahulu tiba dengan mendistribusikan sejumlah barang logistik dan material serta perkakas alat bangunan. “Saya pagi-pagi di telpon Pak Bupati, diingatkan supaya warga bersiap-siap menanti kedatangan dari Pemkot Tasik. Alhamdulillah siang ini bisa bertemu langsung dan diberi bantuan,” ujarnya kepada Radar.

Amir lalu mengajak rombongan Pemkot menengok tempat beribadah warga yang ambruk diterpa gempa. Untungnya saat ini, warga dapat kembali beribadah meski masjid berukuran sekitar 20×15 meter persegi itu hanya beratapkan kayu yang ditutup daun kelapa.

Tanpa dinding, hanya tiang berbahan kayu dan bambu sebagai penyangga atap Masjid Al-Mujahidin. “Desa ini masjid ada 5, tapi jaraknya berjauhan kemudian 3 diantaranya rusak parah. Bagi warga muslim kampung Embar-embar hanya memiliki masjid terdekat ya di sini,” ungkapnya.

Amir bercerita desa itu memiliki 2.546 jiwa atau 678 kartu keluarga (KK), 28 KK diantaranya pemeluk Agama Hindu. Hampir sebagian warga belum bisa menempati rumah masing-masing. Ada yang rumahnya rusak ringan tapi trauma dan enggan menempati kembali.

Beberapa diantaranya mengungsi ke saudara atau keluarga di daerah lain. Sisanya membangun hunian sementara (huntara) yang dibangun atas bantuan warga maupun dari sumbangan dari relawan PMI Kota Tasikmalaya.

“Kita hanya andalkan bantuan, membangun itu material saat ini sulit didapat dan mahal. 80 persen warga desa kami berpenghasilan dari cocok tanam, ternak atau nelayan,” cerita Amir.

Sekretaris Desa Akar-Akar (Induk Desa Persiapan Pemekaran Andalan) Amirudin bercerita dari 19 dusun di wilayahnya, 6 dusun terdampak gempa pertama. Kemudian di gempa susulan, semua terdampak termasuk Desa Persiapan Pemekaran Andalan ini. “Saat itu bantuan dari pemerintah sebatas sembako dan keperluan sehari-hari, sementara huntara yang justru benar-benar kami butuhkan untuk berteduh, sebab mau memasuki musim hujan,” kata dia.

Menurutnya kehadiran PMI, Pemkot dan Baznas Kota Tasikmalaya memberi harapan bagi warga membangun huntara dalam menghadapi penghujan. Apalagi bantuan dari Kota Tasikmalaya tak hanya dari aspek pangan maupun papan, peralatan kesehatan seperti kursi roda yang dibutuhkan para lansia pun diberikan. “Huntara kami butuhkan, sebelumnya kita bangun secara mandiri saja dari terpal atau membangun saung sementara. Bahkan kami pun membutuhkan ruang kelas sementara untuk 3 SD kami yang terdampak,” papar Amirudin.

Setelah bercengkrama dengan warga sekaligus menyerahkan bantuan, tim berangkat menuju Kecamatan Tanjung untuk menemui Bupati Lombok Utara. Sebagai apresiasi dan penerimaan pemerintah daerah terhadap rombongan dari Kota Tasikmalaya yang sudah menyempatkan hadir dan menyerahkan langsung bantuan itu. Di sana, sekitar Pukul 12.30 WITA Bupati Kabupaten Lombok Utara Dr H Najmul Ahyar SH MH menyambut hangat tim Pemkot. “Mewakili masyarakat Kabupaten Lombok Utara, saya bersyukur atas sikap empati dan simpati dari masyarakat serta Pemkot Tasikmalaya karena telah datang dan melihat langsung kondisi kami,” beber Najmul.

Ia berjanji, apa yang telah dititipkan terhadapnya akan disalurkan ke titik-titik yang benar-benar membutuhkan. “Yang kita butuh itu seperti bahan dan alat bangunan untuk membuat huntara. Di samping emosional atau psikologi warga kami yang perlu bangkit kembali,” tuturnya.

Ia menginginkan ka­bupatennya bisa segera pulih. Di samping keinginan Presiden Joko Widodo pun KLU bisa pulih dalam 1 tahun. “Bisa pulih total inginnya sesuai harapan presiden 1 tahun. Semoga bisa terwujud, minimal masyarakat pulih dari sisi ekonomi dan mentalnya,” harap dia.

Setelah itu Tim Pemkot bergerak menuju Perumahan Puri Indah Medani Desa Tembobor Kecamatan Tanjung. Dimana ada informasi dari sahabat Kepala Bagian Perundang-undangan Setda Kota Tasikmalaya Hanafi memberi informasi adanya lokasi yang belum sama sekali tersentuh bantuan. Tim menyusuri perumahan, kebanyakan hunian terlihat kosong, sedikit saja yang berpenghuni dan terlihat aktivitas.

Mengingat hampir semua bagian perumahan terdampak gempa. Warga menyambut kedatangan rombongan yang mendistribusikan sejumlah logistik serta uang tunai supaya bisa dimanfaatkan warga perumahan selagi menunggu bantuan dari pihak lain.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Tasikmalaya H Nasihin menjelaskan penyerahan bantuan tersebut berasal dari dana yang dikumpulkan pegawai di lingkungan Pemkot, masyarakat dan pelaku usaha di Kota Tasikmalaya mencapai Rp 236.263.300. “Bantuan yang kita salurkan berupa uang, beras, kursi roda, perkakas peralatan bangunan, terpal, triplek, seng, semen dan batu (material bangunan, Red),” terangnya.

Sementara di pengiriman bantuan pertama, Pemkot Tasikmalaya melalui Dinas Sosial dan PMI telah mengantarkan bantuan senilai Rp 400 juta lebih. Sehingga apabila ditotalkan, bantuan yang tersalurkan dari Kota Tasikmalaya sudah tembus di angka Rp 700 jutaan. “Itu beragam sumbernya, perhotelan, pengusaha, siswa didik, insan kesehatan termasuk pegawai lingkungan Pemkot,” singkat Kepala Dinas Sosial Kota Tasikmalaya H Nana Rosadi. (igi)

loading...