Sungai Cibanjaran Mulai Dikeruk

154
0
PENGERUKAN. Alat berat UPTD PSDA Ciwulan-Cilaki melakukan pengerukan Sungai Cibanjaran, Sukaratu, Minggu (31/3). RADIKA ROBI RAMDANI / RADAR TASIKMALAYA
Loading...

SUKARATU – Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Ciwulan-Cilaki menargetkan normalisasi Sungai Cibanjaran Desa Linggajati, Sukaratu rampung selama tiga hari.

“Kami sedang mengembalikan aliran air seperti semula. Karena, pada dasarnya aliran air tidak melewati pesawahan dan permukiman warga,” ujar Koordinator SUP Cikaengan Ciwulan UPTD PSDA Ciwulan-Cilaki, Ir Heri Prajitno kepada Radar, Minggu (31/3).

Kata dia, pihaknya sudah menurunkan satu alat berat untuk melakukan penggalian sungai yang sedimennya sudah terlalu tinggi atau pendangkalan. “Ke depan akan terus dilakukan pemeliharaan, sehingga tidak terjadi lagi hal seperti ini,” terangnya.

Lanjut dia, sedimen yang terjadi sudah cukup lama dan semakin tinggi. Sehingga, air terus mencari daerah yang rendah dan masuk ke lahan serta permukiman warga. “Dengan normalisasi ini diharapkan aliran sungai kembali normal,” terangnya.

Selain pengerukan, kata dia, pihaknya akan melakukan pemasangan bronjong tambahan. Sehingga, tanggul-tanggul sungai kuat dan tidak mudah jebol karena terjangan air.

Loading...

Sebelumnya, puluhan rumah di Desa Sinagar dan Desa Gunungsari Kecamatan Sukaratu terendam banjir bandang, Rabu (27/3). Banjir yang diduga akibat tanggul di Sungai Cibanjaran jebol tersebut terjadi sekitar pukul 16.00. Pantauan Radar di lokasi, beberapa jalan, kolam, pesawahan, masjid, sekolah dasar dan rumah warga terendam. Bahkan warga yang rumahnya terendam mengungsi ke tempat aman.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun sedikitnya tujuh kepala keluarga yang rumahnya terendam kini terpaksa dievakuasi dan diungsikan. Pasalnya, hujan yang terus turun sangat berpotensi membuat luapan aliran sungai membesar dan menyapu rumah warga.

Seorang warga RT/RW 03/06 Kampung Gunung Balong Desa Gunungsari, Enung Nurjanah (42) mengatakan banjir datang saat dirinya usai salat magrib. Seketika air selokan di depan rumahnya meluap dan naik ke lantai.

“Saya baru sadar usai salat, saya cepat-cepat menyelamatkan diri. Karena melihat kondisi air semakin tinggi dan sedikit demi sedikit masuk ke rumah,” ujarnya kepada Radar.

Enung mengaku tidak sempat membawa barang-barang lainnya, karena keburu panik ketika air masuk ke rumahnya. “Apalagi kondisinya mati lampu, saya fokus menyelamatkan diri,” paparnya.(obi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.