Sungai Cidukuh Hitam dan Bau

184
0
Istimewa BERSIHKAN SUNGAI. Mantan Narapidana Tasik (Manasik) bersama masyarakat dan TNI membersihkan sampah di Sungai Cidukuh Kelurahan Panglayungan Kecamatan Cipedes, Sabtu (6/7).
Loading...

TAWANG – Masyarakat Kota Tasikmalaya masih banyak yang membuang sampah sembarangan ke sungai-sungai. Dampaknya, aliran air itu tercemar.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tasikmalaya Sandi Lesmana ST menyebutkan, beberapa sungai di Kota Tasikmalaya dipenuhi sampah, salah satunya Sungai Cidukuh. “Saya kira (masyarakat, Red) itu kesadarannya masih kurang akan membuang sampah pada tempatnya,” katanya kepada Radar, Senin (8/7).

Menurut dia, penanganan sam­pah itu memang ke­we­nangan dari Dinas Ling­kungan Hidup. Namun, apa­bila sampah-sampah itu menumpuk di aliran su­ngai, maka menjadi tang­gung jawab Bidang SDA Dinas PUPR. “Ya mau gima­na lagi, kalau sudah di alir­an sungai kita bersihkan. Ter­­masuk kami berkerja sa­­ma dengan masyarakat dan komunitas lingkungan mem­bersihkannya,” ujar dia.

Dia mengimbau masyara­kat untuk tidak membuang sampah ke sungai. Bila sampah itu menyumbat aliran air, maka bisa menimbulkan banjir.

Sebelumnya, pada Sabtu (6/7), Mantan Narapidana Tasik (Manasix) bekerja sa­ma dengan Dinas PUPR, TNI dan warga Kelurahan Pang­la­yu­ngan Kecamatan Cipedes mem­bersihkan sampah di aliran Sungai Cidukuh sepanjang satu kilometer. Gotong ro­yong ini sebagai bentuk kepe­du­lian terhadap kebersihan ling­kungan.

“Sungai ini bukan tempat sampah dan sungai itu harus kita rawat semua karena merupakan sumber ekosistem,” kata Ketua Manasix Asep Ugar.

Menurut dia, sampah yang menumpuk di Sungai Cidukuh begitu banyak. Akibatnya air sungai menjadi hitam dan mengeluarkan bau busuk. “Agar aliran air itu mengalir lancar kami angkat sampah-sampah yang menumpuk di sungai itu,” ujar dia.

Loading...

Melalui kegiatan itu, Asep ingin jiwa gotong royong yang sudah hilang kembali tumbuh. “Dalam aksi sosial ini kami melibatkan masyarakat agar tumbuh rasa gotong royongnya dan menumbuhkan kepedulian lingkungan,” tutur Asep.

Rencananya, pengangkutan sampah dari Sungai Cidukuh sepanjang satu kilometer itu akan dilakukan selama empat hari. “Ini salah satu sungai yang memang menjadi perhatian kami, setelah beberapa sungai yang kami rutin bersihkan,” kata dia.

Dia mengajak masyarakat untuk tidak buang sampah sembarangan. Pemerintah juga harus lebih tegas dalam menangani masalah sampah. “Kota Tasik ini sudah memiliki Peraturan Daerah tentang Sampah, yang salah satu poinnya tidak membuang sampah sembarangan. Namun peraturan itu masih belum diberlakukan,” ujar dia. (ujg)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.