Sungai Cileueur Akan Jadi Wisata

339
0
Istimewa PENATAAN. Warga saat beraktivitas di Sungai Cileueur. (Foto atas), site plan penataan kawasan kumuh Sungai Cileueur menjadi ruang terbuka hijau (RTH) dan objek wisata.

CIAMIS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis berencana menata 14 kawasan kumuh menjadi ruang terbuka hijau (RTH) dan objek wisata baru. Salah satu lokasi yang akan ditata yakni kawasan Sungai Cileueur.

Kepala Bidang (Kabid) Perumahan dan Kawasan Permukiman Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) H Tino Armyanto SST MM menerangkan ada 14 kawasan kumuh yang akan ditata. Salah satunya di kawasan Sungai Cileueur.

Kawasan tersebut akan ditata dengan konsep modern, tak akan kalah dengan Teras Cikapundung di Bandung. Dengan demikian, masyarakat akan berwisata ke Ciamis. “Kita akan sulap sungai Cileueur menjadi RTH dengan konsep wisata. Tentunya kami harapkan nantinya bisa menjadi pusat keramaian baru dan bermanfaat untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar juga,” kata dia.

Dia menjelaskan, Sungai Cileueur mengaliri empat wilayah yakni Lingkungan Janggala di belakang Gedung Pemda Ciamis, Kedung Panjang, Limus Nunggal dan Lingkungan Barak. Luas kawasan tersebut mencapai 30 hektare.

Anggaran penataan itu berasal dari program kotaku skala kawasan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera). Adapun untuk konsep dan detail engineering design (DED) dibuat oleh Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Ciamis.

Program tersebut, kata dia, sebagai upaya untuk mengurangi kawasan kumuh, perubahan wajah kawasan dan destinasi wisata perkotaan. “Bahkan kita bangun teras yang tak kalah dengan teras di daerah lain. Ada panggung pentas, beberapa spot selfie di pinggir sungai, tempat bermain anak, fasilitas umum hingga dua jembatan yang didesain menarik,” kata dia.

Dia yakin penataan tersebut akan menyedot daya tarik masyarakat. Selain banyak spot selfie, tempatnya juga akan memberi kenyamanan pengunjung. Bahkan, masyarakat juga bisa menggelar event-event kecil di lokasi tersebut seperti wisata kuliner untuk meningkatkan perekonomian.

Dia berharap setelah sungai tersebut ditata, masyarakat tidak lagi membuang sampah ke sungai. Pembangunan rumah baru pun dianjurkan tidak membelakangi sungai. Dia menjamin dalam penataan ini tidak akan ada penggusuran atau relokasi rumah. Bahkan, rumah yang sedikit memakai lahan bantaran sungai tetap dibiarkan. Penataan rumah warga dilakukan hanya untuk merapikan.

“Dalam penanganan limbah masyarakat sekitar akan dibuatkan beberapa IPAL (instalasi pengolahan air limbah) untuk pembuangan. Jadi tidak ada lagi limbah rumah tangga atau MCK yang masuk ke Sungai Cileueur,” kata dia.

Soal akses ke kawasan Sungai Cileueur, nantinya bisa melalui jalan Masjid Agung dan belakang Pujasera. Di lokasi juga disediakan panggung terbuka dan tempat bermain. “Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama melakukan penataan semenarik mungkin. Karena ke depannya juga akan menjadi daya tarik wisata dan kawasan indah yang menghidupkan perekonomian juga,” tutur Tino. (isr)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.