Jelang Ramadan Jumlah Pemancing Meningkat

Sungai Cimedang Butuh Payung Hukum

250

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

PANCATENGAH – Sungai Cimedang di Kecamatan Pancatengah semakin diminati para mancing mania. Tak heran dalam satu hari pemancing yang datang bisa mencapai ratusan orang, apalagi ketika akan memasuki Bulan Ramadan. Hal itu diungkapkan Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Desa Sindangjaya Ajat Sudrajat kepada Radar, Selasa (15/5).

Ajat menjelaskan hampir setiap tahun jelang Ramadan para pemancing terus berdatangan dari berbagai daerah seperti Ciamis, Pangandaran, Garut dan Bandung. “Empat hari sebelum puasa sudah ramai. Lebih dari 10 perahu yang setiap hari mengantar pemancing, belum lagi yang berada di pinggir sungai jadi bisa ratusan dalam setiap hari,” katanya.
Sedangkan hari-hari biasa pemancing yang datang memang tidak menentu. Tapi semakin hari jumlahnya selalu bertambah, karena memang sensasi memancing di sini sangat menyenangkan dengan hadirnya ikan-ikan yang sudah mulai langka. “Ini artinya Sungai Cimedang semakin diminati para mancing mania,” ungkapnya.
Saat ini di Cimedang terdapat berbagai jenis ikan yang memiliki sensasi tarikan luar biasa seperti mangrove jack, giant trevally, barramundi dan black bass. “Black bass kami sangat konsen menjaga kelestariannya karena memang sudah mulai langka,” terangnya. Sejauh ini para pemancing yang minta didampingi, selalu melepaskan kembali ikan hasil pancingannya untuk menjaga kelestarian, terutama black bass.
Dia mengatakan Sungai Cimedang menjadi satu-satunya spot mancing liar yang paling diminati. Akan tetapi sejauh ini belum ada tata kelola dan payung hukum untuk melestarikan sungai dan habitat ikannya. “Sejauh ini pemerintah belum turun membantu mengelola melestarikan. Kami berjalan sendiri untuk melestarikan ini. Kami butuh payung hukum karena banyak sekali tangan-tangan perusak,” bebernya.
Ajat mempunyai mimpi sungai ini mengalami penataan yang baik untuk menjadi destinasi wisata baru di Kabupaten Tasikmalaya. Karena jika dilakukan penataan, optimis bisa menjadi wisata yang luar biasa dan berdampak kepada pendapatan asli daerah (PAD). “Ketika sudah ada payung hukum dan ikan black bass dilestarikan dengan baik serta populasinya semakin bertambah, saya yakin Cimedang bisa menjadi destinasi mancing internasional,” bebernya. (yfi)

loading...