Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.4%

4.4%

79.2%

15.6%

0.3%

0%

Sungai Cireong, Rekreasi Air Alami yang Butuh Perhatian Serius

239
0

CIAMIS – Airnya langsung mengalir dari pegunungan Sawal. Menyusuri kawasan hutan pinus hingga ke perkampungan, termasuk Desa Sukaresik Kecamatan Sindangasih Kabupaten Ciamis.

Sungai Cireong cocok untuk wisata air alami bagi keluarga. Murah meriah, pemandangan dan udaranya jauh masih alami.

Pengelola Wisata Sungai Cireong, Dadang alias Kobra berharap sekali Pemerintah Kabupaten Ciamis, melalui Dinas Pariwisata memberi perhatian pada wisata Sungai Cireong.

Pasalnya, perlu pembenahan dan penataan yang lebih intensif dengan angaran yang tidak sedikit. “Ini agar objek wisata Sungai Cireong lebih menarik wisatawan dan bisa berkembang,” ujarnya.

Sejak 2010, kata Dadang, Wisata Sungai Cireong dirintis dan dikelola bersama karang taruna, dan sampai saat ini belum ada perhatian dari pemerintah.

“Padahal setidaknya kami juga bisa berkontribusi untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Ciamis,” jelas Dadang kepada Radar beberapa waktu lalau di ojek Wisata Cireong.

Dadang menuturkan, saat ini ada 20 warga yang ikut menata objek wisata, di tanah masing-masing sekitar sungai.

“Kami beryukur banyak warga yang ikut menata. Dan sama sekali tidak ada campur tangan pemerintah,” ungkapnya.

Tiket masuk ke wisata Sungai Cireong sebesar Rp3000 rupiah. “Jika lagi ramai pendapatan bisa Rp 2 juta per hari. Sepinya paling dapat uang Rp 500 ribu per hari. Kami yakin dan akan perhatian dari pemda untuk memajukan wisata Sungai Cireong,” harapnya.

Salah seorang pemilik lahan wisata di kawasan sungai Cireong lainnya, Entis (50) menerangkan, pihaknya punya lahan kebun, lalu dijadikan objek wisata oleh karang taruna. C

“Saya ubah lahan yang cuman sekitar 100 bataan dijadikan lahan parkir dan bermodal sendiri. Saya beryukur bisa ada pendapatan tiap hari dari parkir,” ucapnya.

Dihubungi terpisah, Kabid Destinasi Wisata Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis, Budi Kurnia SAg MM menjelaskan, bahwa untuk pariwisata Sungai Cireong ini tidak dikelola oleh Dinas Pariwisata.

Namun, dikelola atau dikoordinir oleh Bumdes. “Selama pemerintah desa bisa kenapa tidak oleh desa saja. Jadi yang dikelola oleh pemerintah atau Dinas Pariwisata itu baru empat, yakni Situ Lengkong Panjalu, Astana Gede Kawali, Karangkamulyan di Kecamatan Cijeungjing dan Kolam Renang Tirta Winaya di Kecamatan Ciamis,” tuturnya. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.