Sungai Citanduy dan Cikidang Kembali Rendam Ratusan Rumah di Sukaresik Tasik

745
0

KABUPATEN TASIK – Hujan deras yang terjadi sore hingga malam kemarin (7/04) kembali menyebabkan aliran Sungai Citanduy dan Cikidang meluap.

Akibatnya, ratusan rumah di Kampung Bojongsoban Bojongwaru Tanjungpura dan Hegarsari, Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya, terendam banjir.

Menurut keterangan warga setempat, Rabu (8/04) dini hari sekitar pukul 00.20 WIB air terus naik dan membanjiri rumah.

Baca juga : 1 PDP Warga Kabupaten Tasik Meninggal Dunia di RSUD dr Soekardjo
Baca juga : Pemkot Tasik Kesulitan Menahan Laju Pemudik

Relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Hendi (45) mengatakan, hujan yang terjadi sore hingga malam telah mengakibatkan Sungai Citanduy dan Cikidang meluap mengenangi ratusan rumah dengan ketinggian rata-rata antara 40 centimeter sampai satu meter.

Sedangkan, warga setempat tetap bertahan di rumahnya masing-masing. “Memang ketinggian air yang paling parah itu di Kampung Bojongwaru,” ujar Hendi kepada wartawan, Rabu Siang.

“Di Bojongwaru ketinggian airnya 60 centimeter sampai 1 meter, tetapi di lokasi lainnya hanya mencapai 30-40 centimeter,” sambungnya.

Loading...

Namun, dengan kondisi ini, kata dia, masyarakat masih tetap bertahan menunggu air surut dan beberapa warga berupaya membuang genangan air yang masuk ke rumahnya.

Hendi menerangkan, banjir yang sering terjadi di Kecamatan Sukaresik memang langganan dan masyarakat juga sudah terbiasa tetapi mereka mewaspadainya jika kondisinya sudah semakin tinggi akan menyelamatkan diri.

Akan tetapi, sekarang air sudah terlihat surut hingga beberapa warga juga sudah bisa menjemur pakaian hingga puluhan kwintal gabah juga telah terendam.

“Warga yang sudah melakukan panen tak bisa menyelamatkan gabahnya hingga terendam, tetapi sekarang mereka berupaya melakukan penjemuran dan lainnya membersihkan rumah meski kondisi air masih belum surut. Namun, BPBD, TNI dan Polisi masih tetap mendirikan Posko Covid-19 lokasinya itu menggunakan Pustu,” paparnya.

Sementara itu, Adang (58), warga Kampung Bojongwaru menuturkan, hujan yang terjadi telah mengakibatkan 85 KK terendam banjir dengan ketinggian antara 60 centimeter dan satu meter.

Karena, lokasinya tersebut berada di bantaran sungai dan itu paling terdampak hingga sekarang mereka mengungsi saudara dan tetangganya yang masih tetap terendam meski masih tetap aman.

“Memang Kampung Bojongwaru selama banjir paling terdampak dibanding lainnya. Karena, banyak rumah berdekatan dengan bantaran sungai Cikidang dan Citanduy terendam dan sekarang ini lahan pertanian seluas 32 hektare telah terendam. Sebenarnya, sekarang petani akan melakukan panen tetapi melihat kondisi sekarang mengalami kerusakan cukup parah dan gabah-gabahnya sudah terbawa air,” jelasnya.

(rezza rizaldi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.