Sungai Citanduy Meluap, Warga Padaherang Ngungsi Lagi

270
0
Nana Suryana / radar tasikmalaya BANJIR. Warga RT 35 RW 09 Dusun Sukasari Desa Sukanagara Kecamatan Padaherang menyaksikan rumah-rumah yang terendam banjir dari luapan Sungai Citanduy kemarin (15/11). Ketinggian air mencapai satu meter.

PADAHERANG – Puluhan warga RT 35 RW 09 Dusun Sukasari Desa Sukanagara Kecamatan Padaherang mengungsi akibat luapan Sungai Citanduy, kemarin (15/11). Sebanyak 22 rumah terendam dengan ketinggian hingga satu meter.
Ketua RT setempat, Ujang Rukmana mengatakan ada 25 kepala keluarga dengan jumlah jiwa sebanyak 80 orang yang terdampak banjir. “Sebagian mengungsi dengan mendirkan tenda di atas tanggul. Namun masih banyak warga yang memilih bertahan. Karena khawatir meninggalkan barang-barang di rumah,” ungkapnya kepada Radar.
Menurut dia, banjir dengan ketinggian mencapai satu meter itu baru kali pertama terjadi di 2017. “Memang tempat kita sudah langganan banjir bertahun-tahun. Kalau hujan di wilayah Tasikmalaya, Ciamis, Banjar terus-menerus, kita yang kebanjiran karena Sungai Citanduy meluap,” terang dia.
Dia menerangkan banjir yang terjadi saat ini termasuk kategori sedang. Sehingga masih banyak warganya yang memilih bertahan di rumah. Adapun rumah yang terendam banjir yaitu yang berada di dalam tanggul Citanduy. “Hanya RT kita saja karena rumah-rumah di sini ada di dalam tanggul dan berada dekat sungai. Untuk rumah yang di seberang tanggul aman,” kata Ujang.
Supriati Ningsih (44), korban banjir mengatakan luapan sungai Citanduy mulai terjadi sekitar pukul 04.00. “Hujan sepanjang malam tiba-tiba menjelang subuh air masuk ke rumah. Saya langsung bangunkan anak-anak mengungsi ke atas tanggul di depan rumah,” ungkapnya.
Ia mengaku masih akan tinggal di tenda hingga air surut. “Kalau sampai malam ini (kemarin) belum surut kita tidur di tenda saja. Saya juga punya anak kecil, waswas juga,” papar dia.
Kepala Bidang Logistik Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (PKPB) Kabupaten Pangandaran Ujang Herliana mengatakan pihaknya sudah mengirim bantuan berupa sembako, selimut dan tenda. “Kami bersama Dinas Sosial langsung meninjau ke lokasi, memberikan bantuan sesuai kebutuhan. Sementara ini kebutuhan pengungsi sudah tercukupi,” tutur dia.
Ia mengimbau agar warga tidak memaksakan diri tinggal di rumah. “Jika kondisi air masih tinggi kami mohon lebih baik mengungsi saja. Kami sudah dirikan tenda di atas tanggul,” katanya. (nay)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.