Supplier lokal Minta Dilibatkan dalam Program BPNT di Kota Banjar

35
0
Loading...

BANJAR– Sejumlah perusahaan penyedia bahan pangan untuk Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) meminta pihak Bulog memberdayakan mereka. Permintaan itu mencuat setelah Bulog Ciamis yang membawahi wilayah Kota Banjar menunjuk penyedia jasa dari luar daerah untuk program BPNT tahun 2021.

“Prioritaskan terlebih dahulu supplier (penyedia) yang asli dari Kota Banjar dan sudah terbiasa menyediakan beras atau bahan lainnya untuk BPNT ini. Boleh Bulog menunjuk penyedia bahan dari luar daerah jika kami sudah kehabisan stok beras dan yang lainnya,” kata Tatang Abdul Rahman, Direktur PT Sahla PB Sri Eka, Minggu (31/1).

Sejak 2018, pihaknya sudah rutin menyuplai bahan untuk program BPNT. Namun tahun ini, Bulog tiba-tiba menunjuk penyuplai lain dari luar daerah.

“Baru kali ini ada penunjukkan supplier dari daerah lain oleh Bulog. Kita ingin yang sudah biasa saja sekaligus pemberdayaan lokal. Karena sejauh ini, kami masih mampu untuk menyediakan bahan yang digunakan untuk bantuan itu (BPNT,Red),” kata Tatang.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Pe­rempuan dan Per­lindungan Anak (P3A) Kota Banjar Suryamah mengatakansupplier untuk penyaluran BPNT di Kota Banjar tahun ini ada tiga perusahaan. “Ada tiga supplier, dua dari Banjar dan satu dari luar Banjar,” ucapnya.

loading...

Penyaluran program Ban­tuan Pangan Non Tunai untuk Januari terhambat pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). PSBB sendiri masih berlangsung hingga 8 Februari 2021.

Baca juga : Nenek Disekap Anaknya di Kamar, Begini Kata Kata Kapolsek Langensari Kota Banjar

Awalnya, penyaluran BPNT dijadwalkan pada 27 Januari 2021. Namun ditunda. “Terpaksa ditunda dulu karena tidak ada izin dari Satgas Penanganan Covid-19 Kota Banjar. Jika penyaluran BPNT bulan Januari tetap dilaksanakan, maka dikhawatirkan terjadi kerumunan di tempat-tempat e-waroeng,” katanya.

Ia menjelaskan, penyaluran BPNT Januari akan disatukan dengan penyaluran BPNT Februari. Pelaksanaannya direncanakan 11 Februari 2021. Jadi penerima manfaat akan mendapat dua bantuan sekaligus pada Februari.

Sementara jumlah penerima BPNT tahun ini dikurangi sekitar 1.378 penerima manfaat. Awalnya tahun 2020, berjumlah 10.861 penerima manfaat, tahun ini menjadi 9.483 penerima manfaat.

“Tahun ini ada pengurangan karena mungkin anggaran dari pusatnya juga direfocusing untuk anggaran penanganan Covid-19. Pengurangan kuotanya sekitar 1.378 KPM,” kata dia. (cep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.