Surat Edaran Disoal, Budi Minta Waktu Tiga Hari

192
Rangga Jatnika / Radar Tasikmalaya

TASIK – Para awak angkutan online yang tergabung dalam Forum Komunikasi Transportasi Online Tasikmalaya (FKTOT) mengadakan audiensi di Bale Kota Tasikmalaya, Senin (29/1).

Mereka mempersoalkan surat edaran Wali Kota Tasikmalaya tentang Transporatsi Online yang dianggap tidak adil.

Pembina FKTOT Nanang Nurjamil meng­ungkapkan surat edaran Pemkot yang melarang beroperasinya tran­sportasi online sangatlah tidak berkeadilan. Sebab, surat tersebut tidak mengatur persoalan transportasi konvensional. “Harus adil, harus bijaksana mengakomodir semua kepentingan,” ungkapnya.
Untuk itu, pihaknya meminta supaya surat edaran tersebut segera dicabut. Jika pun tidak, materinya direvisi agar bisa mencakup transportasi online maupun konvensional. “Kalau ini tidak dicabut Tasikmalaya tidak akan kondusif, jangan sampai ada sweeping yang bersandar kepada surat edaran itu,” tuturnya.

Sekretaris FKTOT Rahmatul Kautsar mengaku pihaknya tidak ingin ada bentrokan di lapangan. Karena bagaimana pun awak angkutan online tidak punya maksud mencari perkara. “Kita sama-sama cari makan di jalan, tidak ingin ada bentrokan,” terangnya.

Menyikapi persoalan tersebut, Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman belum bisa memberikan tanggapannya atas permintaan dari FKTOT. Akan tetapi pihaknya berencana mengeluarkan kebijakan yang diharapkan bisa mengakomodir semua pihak. “Kita minta waktu lah selama tiga hari,” terangnya.

Sejauh ini untuk urusan transportasi konvensional, Pemkot sendiri tidak tahu harus melakukan langkah apa. Karena seperti yang diketahui bahwa aturan untuk angkutan orang dengan kendaraan roda dua sejauh ini belum ada. “Jangankan kami di tingkat daerah, Kemenhub saja belum bisa apa-apa,” katanya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.