Siapa Calon bupati Tasikmalaya pilihan anda?
18%

82%

Sutarsa Bagikan Tempat Sampah Gratis 

287
0
KREATIF. Sutarsa, warga RT/RW 02/10 Kampung Binuang, Pasirhuni, Ciawi menunjukkan tempat sampah buatannya, Rabu (9/10) RADIKA ROBI RAMDANI / RADAR TASIKMALAYA

CIAWI – Sutarsa (39), warga RT/RW 02/10 Kampung Binuang Desa Pasirhuni Kecamatan Ciawi yang berinisiatif membuat tempat sampah dari bambu dan membagikannya secara gratis kepada masyarakat.

Sutarsa mengatakan, awalnya miris melihat masyarakat yang membuang sampah ke sungai dan lahan milik orang lain. Sehingga berdampak terhadap lingkungan yang kotor dan berpotensi menimbulkan penyakit.

“Makanya saya mencoba membuat tempat sampah dari bahan bambu untuk mengurangi dampak negatif dari sampah serta kebersihan lingkungan terjaga. Karena masyarakat bisa membuang sampah ke tempat yang sudah disediakan,” ujarnya kepada Radar di rumahnya, Rabu (9/10).

Kata dia, pembuatan tempat sampah itu sudah dilakukan tiga bulan lalu. Sebanyak 50 tempat sampah untuk warga sudah selesai dibuat dan dibagikan. Awalnya, ini hanya untuk warga RT 02 saja. Namun, karena warga dari RT 01 dan 03 menginginkannya, sehingga dibuatkan juga.

Lanjut dia, pembuatan tempat sampah ini tidak dipungut biaya kepada warga. Semua perlengkapan disediakan sendiri. Namun, tidak sedikit warga yang menyumbang paku, usuk dan bahan lainnya untuk proses pembuatan tempat sampah.

“Alhamdulillah respons masyarakat sangat bagus. Namun, saya tidak membebani warga, malah membantu menyediakan tempat sampah agar mereka tidak bingung ketika membuang sampah,” katanya.

Dalam sehari, kata dia, mampu membuat tiga sampai empat tempat sampah dengan ukuran 30 centimeter dan lebar bawah, 35 centimeter serta lebar atas dan tinggi 50 centimeter. “Walaupun semuanya dari kantong sendiri, tapi saya tidak merasa rugi. Karena ini demi kebersihan lingkungan,” katanya.

Selain membuat tempat sampah, Sutarsa pun mengelola sampah yang ada di kampungnya. Seminggu sekali, dia bersama rekannya menarik sampah yang berada di tempat dari bambu buatannya sebanyak 50 titik. Setelah terkumpul, sampah tersebut disortir mana saja yang memiliki nilai jual dan mana yang harus dibuang untuk dibakar.

“Yang memiliki nilai jual dikumpulkan dan dipisahkan untuk dijual kepada pengepul dan nantinya menghasilkan nilai ekonomi. Namun saat ini belum dijual, saya kumpulkan dulu sampai banyak dulu,” katanya.

Awalnya, kata dia, penarikan sampah ke rumah-rumah warga dengan cara dipikul. Namun, sekarang sudah ada roda bekas warga yang tidak dipakai. Sehingga proses pengangkutannya pun lebih efektif, walaupun sering terkendala ketika melewati jalan yang curam atau tanjakan. “Pernah beberapa kali ketika sedang mendorong roda sampah, karena beban cukup berat ditambah tanjakan dan yang mendorong tidak kuat sehingga roda mundur lagi,” katanya.

Maka dari itu, dia berharap pemerintah bisa memberikan bantuan pengadaan sepeda motor roda tiga untuk pengangkutan sampah lebih efektif. Sehingga sampah yang menumpuk di masyarakat bisa cepat diangkut dan tidak terlalu menumpuk. (obi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.