Swab Test Massal di Kabupaten Tasik, Ini Kata Anggota Dewan..

814
0
Asep Muslim Anggota Badan Anggaran DPRD Kabupaten Tasikmalaya

SINGAPARNA – Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Tasikmalaya Asep Muslim menilai swab massal yang dilakukan Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk (DKPP) terlambat, apalagi jumlahnya hanya 1.300 orang dan tidak sebanding dengan jumlah penduduk.

Menurutnya, Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Pangandaran yang jumlah penduduknya lebih sedikit dari Kabupaten Tasikmalaya sudah melakukan swab massal terhadap lebih dari 3.000 orang.

Ini jelas menandakan keseriusan pemerintah daerahnya, karena dilakukan jauh-jauh hari ketika wabah ini sedang puncak-puncaknya menyebar.

“Ya kalau menurut saya terlambat dibandingkan daerah-daerah lain. Kemudian konteks jumlah yang mengikuti swab pun sangat sedikit dan tidak sebanding dengan jumlah penduduk yang hampir 1,8 juta jiwa. Ini pemerintah daerah seolah lebih mendahulukan pengadaan nasi kotak yang harganya nyaris Rp 1 miliar,” katanya saat menghubungi Radar, Selasa (7/7).

Padahal, kata dia, dalam penanganan pandemi seharusnya menjadi prioritas dalam penanganan kesehatan, termasuk swab massal sehingga bisa memetakan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di masyarakat.

“Semoga nol-nya orang yang positif Covid-19 di Kabupaten Tasikmalaya, memang betul-betul nol, jangan sampai nol-nya di Kabupaten Tasikmalaya karena tidak ada atau sedikitnya test massal. Kalau tidak ada test, kita kan jadi tidak tau kepastiannya,” katanya.

Sementara itu, Kabupaten Tasikmalaya menganggarkan Rp 400 juta untuk pelaksanaan swab massal yang dilaksanakan sejak 24 Juni lalu hingga Selasa (7/7).

Sebanyak 1.314 orang sudah diuji swab, hasilnya baru keluar kurang lebih sebanyak 200 orang dan semuanya negatif Covid-19. Dalam program tersebut pemerintah daerah di bawah koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Penanganan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk (DKPP) Kabupaten Tasikmalaya Atang Sumardi menjelaskan, pelaksanaan swab massal dilaksanakan sejak 24 Juni hingga Selasa (7/7) ini.

“Jumlah yang sudah di swab PCR massal ada 1.314 orang. Termasuk di dalamnya 114 orang yang dilakukan terhadap ASN dan pegawai instansi yang dilaksanakan di kantor DKPP pada Senin-Selasa (6-7/7) ini,” terang Atang kepada Radar, kemarin.

Pelaksanaan swab PCR ini, terang dia, dilaksanakan di puskesmas-puskesmas di Kabupaten Tasikmalaya, pasar tradisional dengan sasaran para pedagang, pembeli termasuk dilaksanakan juga di tempat umum lainnya.

“Swab yang dilaksanakan di puskesmas itu sasarannya adalah masyarakat, pendatang, yang mudik dari luar kota termasuk pasien yang berobat,” ujar dia.

Adapun untuk masalah anggarannya, ungkap dia, untuk pelaksanaan swab PCR massal ini, DKPP Kabupaten Tasikmalaya menganggarkan sekitar Rp 400 juta lebih.

Hasil uji swab PCR yang sudah keluar, dari 1.300 lebih yang dites, ada sekitar 200 orang. “Hasilnya semua negatif, hasil yang lainnya akan bertahap keluar nanti,” jelas dia.

Dia menambahkan, kenapa pelaksanaan swab PCR ini baru dilaksanakan akhir-akhir Juni hingga awal Juli, karena memang program swab PCR massal ini dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar).

“Jadi untuk di beberapa daerah, termasuk di Kabupaten Tasikmalaya baru kebagian jatah agenda pelaksanaannya 24 Juni lalu hingga sekarang,” ungkap dia.

Kepala Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk (DKPP) Kabupaten Tasikmalaya dr Heru Suharto MMKes menambahkan bahwa sasaran dari pelaksanaan swab PCR massal ini, untuk membuktikan apakah masih ada di masyarakat kasus atau yang positif Covid-19.

“Selebihnya untuk mengetahui terjadinya penularan virus corona di masyarakat. Jadi yang tidak ter-tracking, ketika ada satu orang yang positif Covid-19 yang tidak terlacak kasusnya. Jadi epidemiologinya seperti itu,” tambah dia. (dik)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.