Syarat 15 Tahun Berdiri dengan 750 Santri

161
0
RAPIMNAS. Perwakilan pondok pesantren se-Indonesia yang menghadiri Rapimnas Asosiasi Ma’had Aly (Amali) di Sekretariat Hamida dan Gedung Silaturahmi Ponpes Miftahul Huda, kemarin (10/1). DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA 

TASIK – Asosiasi Ma’had Aly (Amali) dari seluruh perwakilan pondok pesantren se-Indonesia menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Ma’had Aly yang dilaksanakan di Sekretariat Ha­mida dan Gedung Si­la­turahmi Pondok Pesantren Miftahul Huda,Manonjaya, Tasikmalaya, Jumat (10/1).

Hasil rapimnas tersebut meng­ha­sil­kan rekomendasi salah satunya mendorong pemerintah pusat membuat regulasi turunan Undang-Undang Nomor 18 tahun 2019 tentang Pondok Pesantren.

Selain itu, merekomendasikan pemerintah membuat regulasi untuk memperketat persyaratan pendirian Ma’had Aly di pondok pesantren di Indonesia.

Dengan regulasinya mengacu kepada Peraturan Menteri Agama (PMA) yang menjadi turunan Undang-Undang (UU) Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pondok Pesantren.

Rapimnas tersebut dihadiri sekitar 113 orang perwakilan Ma’had Aly dari seluruh pondok pesantren se-Indonesia. Diantaranya berasal dari Aceh, Situbondo, Padang, Tebuireng, Jakarta dan Pacitan.

Ketua Asosiasi Ma’had Aly (Amali) se-Indonesia KH Abdul Jalal mengatakan hasil rapimnas Ma’had Aly disepakati beberapa poin. Salah satunya yakni perubahan persyaratan mendirikan lembaga pendidikan tinggi berbasis pesantren itu. “Pesantren yang mau mendirikan Ma’had Aly harus memenuhi persyaratan,” ujarnya.

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.