Syarif: PLt Wali Kota Tasik Masih Terbelenggu

101
0
ist. AKRAB. Drs H Syarif Hidayat bersama Plt Wali Kota Tasikmalaya H Yusuf usai menghadiri acara pernikahan, Minggu (7/2/2021).
ist. AKRAB. Drs H Syarif Hidayat bersama Plt Wali Kota Tasikmalaya H Yusuf usai menghadiri acara pernikahan, Minggu (7/2/2021).
Loading...

TASIK – Wali Kota Tasikmalaya periode 2007-2012 Drs H Syarif Hidayat dan Plt Wali Kota Tasikmalaya H M Yusuf dipertemukan dalam momen resepsi pernikahan, Minggu (7/2/2021). Keduanya terlibat akrab dan serius, bahkan perbincangan pun mulai membahas mengenai pemerintahan dan politik saat ini.

Hal itu diakui H Syarif yang mengaku bertemu H Yusuf di acara pernikahan. Tentunya di dua lokasi berbeda mereka sempat berkomunikasi tentang berbagai hal. “Bukan hanya satu, kami bertemu di dua acara pernikahan,” ujarnya kepada Radar, kemarin.

Disinggung terkait posisi H Yusuf, yang kini menjabat sebagai Plt Wali Kota Tasikmalaya? Syarif mengaku prihatin dengan posisi H Yusuf saat ini.

“Dia (H Yusuf, Red) kasihan. Karena belum ditetapkannya sebagai wali kota definitif, dia terbelenggu oleh aturan. Kewenangan Plt kan terbatas,” katanya.

Tetapi, kata Syarif, seharusnya hal itu tidak menjadi kendala karena status Plt itu bukan karena akan Pilkada. Sehingga dirinya menyarankan supaya H Yusuf lebih intens menjaga komunikasi dengan pemerintah pusat.

loading...

“Supaya bisa menembus keterbatasan itu, H Yusuf harus bisa meyakinkan kementerian bahwa Kota Tasikmalaya bukan salah satu wilayah yang hendak menggelar Pilkada,” ujarnya menyarankan.

Mengenai polemik di tubuh birokrasi, menurutnya itu sudah hal yang lumrah. Idealnya, ketika power kepemimpinan ada di H Yusuf, loyalitas Aparatur Sipil Negara (ASN) pun harus bermuara padanya.

“Terlepas dari itu, perlu dipahami bahwa kekuatan bawahan lebih banyak dari atasan. Karena seorang pemimpin itu punya tanggung jawab yang lebih besar dari orang-orang yang dia pimpin,” kata Syarif.

“Bawahan bisa sabotase, bisa mangkir, bisa salah laporan dan lain-lain. Tapi wali kota tidak bisa memecatnya, paling hanya rotasi mutasi,” ujar dia menambahkan.

Saat ditanya penilaiannya tentang kepemimpinan H Yusuf di Pemkot, H Syarif belum bisa banyak berkomentar karena statusnya masih Plt. Namun secara umum tidak ada persoalan yang membuat citranya menjadi buruk. “Karena belum power full, tapi secara umum baik,” terangnya.

Dalam obrolan keduanya, H Syarif lebih banyak memberikan motivasi politik kepada H Yusuf. Karena bagaimana pun, H Yusuf punya kekuatan dan kesempatan lebih besar untuk menjajaki Pilkada Kota Tasikmalaya mendatang. “Dia bebas mau bertemu siapa pun dan organisasi mana pun,” ujarnya.

Meskipun, kata H Syarif, diakui akan ada kerugian besar ketika Pilkada dilaksanakan tahun 2024. Pasalnya, kepemimpinan akan dipegang oleh Plt selama kurang lebih dua tahun lamanya. “Tapi bisa dibilang banyak yang merasa rugi, mungkin hanya satu partai saja yang diuntungkan,” ujarnya mengakhiri. (rga)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.