Tahap Pertama, Kota Banjar Terima 1.223 Dosis Vaksin

36
0
Andi Bastian Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjar
Andi Bastian Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjar

BANJAR – Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjar Andi Bastian mengatakan jumlah vaksin untuk Kota Banjar pada tahap pertama sebanyak 1.223 buah. Vaksin tersebut akan disuntikan kepada tenaga kesehatan yang menjadi prioritas utama.

“Karena untuk penerima pertama vaksin di Kota Banjar adalah tenaga kesehatan,” kata Andi Bastian saat dikonfirmasi, Rabu (13/1). Menurutnya tenaga kesehatan itu termasuk dokter, perawat, pegawai di klinik pemerintah dan klinik swasta.

Ia mengatakan untuk distribusi tahap selanjutnya bagi pelayan publik, TNI, Polri, aparatur sipil negara (ASN) dan pemberi layanan umum lainnya.

“Tahap pertama sebanyak 1.223 vaksin itu untuk janga waktu Januari hingga April. Untuk kedatangan vaksin ke Kota Banjar kami belum menerima pemberitahuannya dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Begitu juga dengan jumlah vaksin pada tahap kedua, kita belum tahu jumlahnya berapa,” ucap dia.

Pihaknya kini masih melakukan berbagai persiapan untuk kedatangan vaksin tersebut. Termasuk persiapan tempat atau gudang penyimpanan sebelum disuntikan ke tenaga kesehatan. “Kita terus melakukan persiapan dan koordinasi dengan gugus tugas untuk distribusi vaksin ini,” kata dia.

Seperti diketahui, vaksin Sinovac sudah mulai disuntikan pada Rabu (13/1). Orang pertama yang mendapat suntikan vaksin ini adalah Presiden Joko Widodo di Istana Negara.

Jumlah vaksin yang akan diterima oleh Kota Banjar sendiri akan dilaksanakan secara bertahap. Namun jumlahnya belum ditentukan oleh pemerintah pusat.

“Jumlah penduduk hingga Juli 2020 itu sebanyak 206.327 jiwa. Itu yang sudah kita laporkan ke wali kota,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Banjar Nana Suryana.

Pemerintah Kota Banjar melalui gugus tugas juga belum bisa memastikan jika terjadi kekurangan jumlah vaksin. Apakah penambahan pengadaan vaksin akan dibiayai APBD Banjar atau tidak. Menurut Kepala Bidang Anggaran Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kota Banja Suyitno, belum ada instruksi dari pemerintah pusat untuk melakukan pengadaan vaksin jika jumlah yang diterima kurang dari kebutuhan.

“Saat ini kami hanya menyiapkan anggaran di pos Biaya Tidak Terduga (BTT) untuk persiapan kebutuhan penanganan Covid-19,” kata dia.

Ada juga untuk kebutuhan distribusi vaksin itu, yakni menyiapkan BTT tersebut untuk kebutuhan operasional pendampingan pendistribusian vaksin. “Itu diambil dari DAU sebesar 4 persen atau disesuaikan dengan kebutuhan operasional itu,” kata Suyitno.  (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.