Tahir Foundation dan Bank Mayapada Salurkan Paket Sembako di Garut

116
0

GARUT – Untuk kesekian kalinya, Tahir Foundation dan Bank Mayapada menyalurkan paket bantuan bagi warga Garut, Jawa Barat, yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19).

Kali ini, Tahir Foundation dan Bank Mayapada menyerahkan donasi berupa 500 paket sembako dan 1.000 masker.

Selain edukasi dan sosialisasi, warga wajib menggunakan masker di luar rumah selama pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tingkat Jawa Barat, yang akan dimulai pada 6 Mei 2020.

Adapun penyerahan bantuan sembako dilakukan oleh Heny hendrawati selaku Pimpinan Cabang Bank Mayapada Tasikmalaya, yang mewakili pihak Tahir Foundation di Kantor Bank Mayapada, Tasikmalaya, Selasa (5/5/2020).

“Kami mewakili pihak Tahir Foundation dan Bank Mayapada untuk menyerahkan bantuan ini bagi warga Garut yang terdampak pandemi covid 19 melalui Pokja Salarea dalam pendistribusiannya,” katanya.

Menurut Heny, bantuan tersebut berupa 500 paket sembako yang diharapkan bisa meringankan beban ekonomi sebagian dari masyarakat, seiring penerapan PSBB, untuk meminimalisasi dampak penularan Covid-19.

Loading...

“Kami juga berharap bantuan ini benar-benar tepat sasaran dan sampai kepada penerimanya yang berhak,” ujar dia.

Pendiri Pokja Salarea, Dadan M Ramdan mengapresiasi perhatian dan kepedulian pihak swasta, dalam hal ini Tahir Foundation dan Bank Mayapada dengan menyalurkan 500 paket sembako.

Dalam empat tahun terakhir ini, kata Dadan, Tahir Foundation sangat mendukung aktivitas sosial Pokja Salarea.

Terutama dalam pengadaan akses air bersih lewat pembangunan sumur bor dalam. “Tim relawan Pokja Salarea telah melakukan pendataan untuk calon penerima sembako,” katanya.

“Pendemi covid 19 menyebabkan penghasilan warga menurun terutama pekerja harian dan buruh seperti tukang ojek, tukang sol, tukang bangunan, buruh tani, tukang cukur, juru parkir, pedagang keliling dan pedagang asongan,” sambungnya.

Selain itu, bantuan ini menyasar para guru mengaji, marbot, tukang pijat, janda dan yatim piatu.

“Kami memprioritaskan penerima sembako tersebut adalah pencari nafkah atau penanggung jawab keluarga yang penghasilannya tidak tetap atau harian lepas karena mereka yang paling banyak terdampak.

Warga perantauan yang terpaksa pulang kampung juga kondisinya cukup memprihatikan, Mereka tidak punya penghasilan lagi apalagi tabungan, ini juga perlu dibantu seperti tukang cukur dan tukang sol yang terpaksa mudik,” terang Dadan.

Sementara fokus distribusi sembako di wilayah Kecamatan Cibatu dan sekitarnya yang menjadi daerah binaan Pokja Salarea selama ini.

“Kecamatan Cibatu masuk menjadi salah satu zona merah karena ada kasus positif Covid-19,” ungkap Dadan.

Sebelumnya, pada akhir Maret 2020 lalu, Pokja Salarea juga menyalurkan 500 hand sanitizer (botol 1 liter) dari Tahir Foundation.

Barang tersebut didistribusikan bersama Kodim Garut kepada warga, pihak rumahsakit, puskesmas, TNI/Polri, instansi pemerintah yang secara simbolis diterima Bupati Garut.

(rls)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.