Siapa Calon bupati Tasikmalaya pilihan anda?
18%

82%

Tahu Ngga Nih.. Persib Kapok Main di Tasik, Match Fee tak Dibayar

224
0
Roberto Carlos Mario Gomez

BANDUNG – Juru taktik Persib Bandung, Roberto Carlos Mario Gomez mengaku kecewa lantaran apa yang diharapkannya ketika berujicoba melawan Priangan Selection di Stadion Wiradadaha Kota Tasikmalaya pada Sabtu (24/2) tak sesuai dengan harapkannya.

Meski menang 4-0, Mario Gomez secara terang-terangan menyebutkan jika kualitas dari Stadion Wiradadaha tempat Persib kemarin berujicoba sangat buruk. “Pada pertandingan terakhir kami di Tasik kualitas lapangan sangat buruk.
Saya tidak akan mau bertanding lagi di lapangan yang sama,” akunya pada Senin (26/2) ketika ditemui di Lapangan Atletik GOR Pajajaran, Kota Bandung.

Gomez pun mempertanyakan apakah Persib mendapatkan match fee saat uji coba itu atau tidak.? Sebab menurutnya sudah sepatutnya Persib mendapat uang capek saat melakoni duel tersebut. Karena menjadi sebuah hak yang seharusnya diterima oleh setiap klub saat bertandang ke markas lawan. “Saya bicara ke pemain, Persib tim besar. Bukan cuma besar tentang pemainnya atau kami harus meraih kemenangan di setiap laga. Tapi, kami harus mendapatkan bayaran saat main di suatu tempat,” kata Gomez. “Contohnya, Inter Milan datang ke sini, kalian harus bayar. Sama saat undang Persib, harus keluarkan uang,” tambahynya.

Jika memang Maung Bandung tak mendapatkan match fee dalam lawatan ke Tasikmalaya, Gomez menegaskan tak akan ada lagi uji coba ke luar Bandung. Padahal, Persib masih memiliki dua agenda uji coba di luar Bandung seperti ke Batam dan Jepara.

“Kalau mereka mau lawan Persib, harus bayar. Penting sekali uang bagi pemain lantaran stadion penuh fans. Uang itu bukan untuk pemain atau klub. Saya sudah bicara ke pemain, jika dibayar, kami pergi,” tegas Gomez.

Setelah pelatih Persib Mario gomez berbicara soal Match fee yang sempat menjadi perbincangan di media sosial. Kini giliran asisten pelatih Fernando Soler yang angkat bicara soal hal tersebut pasca Maung Bandung melawat ke Kota Tasikmalaya, Sabtu (24/2).

“Kita tidak mau salah lagi, seperti Tasik. Katanya sudah ada support, katanya sudah ada uang, bonus untuk motivasi pemain, perjalanan jauh, hujan besar, lapangan jelek, tapi sampai sekarang kita tidak mendapatkannya,” ucap pelatih berpaspor Argentina tersebut.
Soler mengatakan bahwa anak asuhnya masih ingin bermain di lapangan yang jelek atau perjalanan yang jauh pun karena menjadikan Bobotoh sebagai motivasi para pemain untuk tampil menghibur didepan mereka.

“Ini tidak tahu dari mereka siapa keputusan itu, dari wali kota atau tahu dari orang lain, kita benar-benar belum tahu, tapi kita mau dikasih tau, karena itu anak-anak, bukan kita, ini di lapangan mereka, mau ikut, mereka sudah cape, sekarang mereka tanya, coach ini kita kemana-mana, perjalanan jauh, hujan, lapangan berat, tidak bisa main, tapi kita main karena Bobotoh, dimana-mana, tapi motivasi untuk kita tidak ada,” ucapnya pada wartawan di stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Selasa (27/2).

Menanggapi banyaknya permasalahan pasca pertandingan Persib vs Priangan Selection pada Sabtu (24/2) di Stadion Wiradadaha akhirnya Persikotas Tasikmalaya angkat suara.

Menurutnya, mereka carut marutnya pertandingan tersebut akibat ulah event organizer (EO) yang tidak menghargai prosedur dalam menyelenggarakan pertandingan sepak bola di Kota berjuluk Kota Resik.

“Dengan gaya arogan dan keegoisan EO berhasil mengelabui para pemikul kebijakan di Kota Tasikmalaya untuk mengizinkan digelarnya pertandingan. Padahal yang saya tahu EO inilah yang telah membuat repot Pemkot dalam pelaksanaan pertandingan Persib vs Persikotas di bulan Juli 2016 lalu. Sehingga harus ikut menombok biaya pertandingan,” ujar Pengurus Persikotas Asep WK saat menghubungi Radar, Selasa (27/2).

Menurutnya, bukan persoalan pengurus Persikotas untuk dilibatkan atau tidak. Melainkan didalam pelaksanaannya terdapat prosedur bahwa keberadaan Persikotas perlu dihargai sesuai nota kesepakatan yang tertuang dalam MoU pemakaian Lapangan Wiradadaha antara Disporabudpar sebagai pihak pemberi izin dengan koordinasi antara Persikotas, Askot PSSI dan KONI.

“Semuanya harus menjadi pelajaran dan belajar mau mengerti serta memahami baik kepada EO ataupun para pengambil keputusan karena apapun kegiatan yang diambil harus mengacu azas manfaat,” beber dia.

Sehingga, kata dia, hadirnya Persib Bandung bukan hanya sekadar hiburan dan bisnis belaka atau ada pihak yang mengambil keuntungan.”Makanya wajar pelatih Persib Mario Gomes mengaku kecewa dengan kondisi Stadion Wiradadaha yang belum layak. Dan hal menjadi preseden buruk bagi Pemkot dan pecinta bola di Kota Tasik,” tandasnya.

Sementara itu, saat dihubungi Radar pada pukul 19.35 WIB, pihak event organizer (EO), Iyong, tidak memberikan jawaban baik ditelepon maupun di SMS. (bf/igi/mg3)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.