Tahun 2020 Realisasi Tiga Kartu Sakti

34
0
ARAHAN. Wapres Jusuf Kalla memberikan arahan kepada para menteri dalam penyusunan pagu indikatif RAPBN 2020 di Kantor Presiden Jakarta, Senin (15/7).

JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengemukakan pemerintah mendesain Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 untuk mendukung program pembangunan dalam rangka tahun pertama RPJPM 2020-2024. Termasuk untuk menampung visi misi presiden terpilih dan janji kampanyenya.

“Jadi APBN 2020 didesain dalam rangka mendukung program tersebut,” kata Sri Mulyani dalam keterangan pers usai mengikuti Rapat Terbatas tentang Pagu Indikatif Tahun Anggaran 2020 di Kantor Presiden, Jakarta, kemarin (15/7).

Mengenai asumsi makro, Sri mengaku belum bisa menyampaikannya karena nanti terlihat di dalam Nota Keuangan yang akan disampaikan Presiden bulan Agustus mendatang.

Namun ada di dalam range yang sudah dibahas dengan DPR saat pembahasan awal.

“Kita akan mendesain untuk Nota Keuangan nanti adalah pertumbuhan pajaknya akan diupayakan cukup tinggi, tetapi realistis dimana PPH dan PPN akan didesain berdasarkan pertumbuhan ekonomi lima tahun terakhir ini,” kata Sri.

Saat ini, tambah dia, masih di dalam proses untuk membahas undang-undang perpajakan yang nanti pengaruhnya terhadap tarif dan penerimaan negara. “Mungkin baru akan dirasakan akhir tahun 2020 atau awal 2021,” sambungnya.

Kemudian untuk beberapa pos yang berhubungan dengan janji presiden, seperti Kartu Indonesia Pintar Kuliah akan ditambah jumlah beasiswa baru, dari sekitar 380.000 siswa ditambah menjadi 400.000 siswa.

“Jadi totalnya akan mencapai 780.000 mahasiswa yang mendapatkan beasiswa, sehingga anggarannya bertambah dari Rp 4,8 triliun menjadi Rp7,6 triliun,” paparnya.

Selain itu, pemerintah akan mendesain lebih dari Rp10 triliun untuk Kartu Prakerja, yaitu satu juta melalui pelatihan digital dan satu juta untuk pelatihan reguler. Saat ini, lanjut Sri, desain programnya masih dibahas diantara menteri terkait di bawah koordinator Menko Perekonomian.

Dari sisi Kartu sembako dialokasikan mencapai Rp 25,7 triliun dan lebih dari 15,6 juta keluarga penerima manfaat. “Jadi jumlah rumah tangga maupun sisi jumlah manfaat per keluarga akan ditingkatkan tahun 2020,” ucap dia. (fin/gw)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.