Tahun Ajaran Baru, Ciamis Gunakan Sistem Guru Keliling

144
0
AMBIL BUKU. Hari pertama masuk sekolah, orang tua siswa SDN 4 Kertasari, Ciamis mengambil buku paket, Senin (13/7). IMAN S RAHMAN / RADAR TASIKMALAYA

CIAMIS – Masa ajaran baru tahun ini berbeda dengan sebelumnya. Pandemi Covid-19 mengubah tatanan kegiatan belajar mengajar.

Di Kabupaten Ciamis misalnya. Kegiatan belajar mengajar menggunakan sistem online (daring) dan offline (luring). Penyampaian materi ajar menggunakan media seperti Whatsapp dan mobile teacher (guru keliling).

Baca juga : Di Ciamis, Tahun Ini Akan Muncul Ribuan Janda Baru

Konsep mobile teacher yaitu guru berkeliling ke beberapa anak. Mereka lalu mengelompokkan siswa dalam satu lingkungan atau dusun.

“Lingkungan itu dianggap bersih dari paparan Covid-19,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Ciamis Tatang melalui Sekretaris Dinas Pendidikan Ciamis Asep Saeful Rahmat di ruang kerjanya, Senin (13/7/2020).

“Untuk operasional guru keliling, atau bensin itu bisa menggunakan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah, Red),” bebernya.

Pertemuan guru dan siswa memang perlu dilakukan, karena untuk menumbuhkan karakter dan psikologi siswa agar kenal dengan guru. “Agar tetap berada pada suasana belajar yang semestinya,” ungkapnya.

Program guru keliling, kata Asep, tetap menerapkan protokol kesehatan. Mereka harus menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan saat kegiatan. “Itu guna menekan penyebaran corona,” paparnya.

Pantauan Radar, di beberapa sekolah dasar, orang tua siswa SD datang ke sekolah. Mereka mengambil buku paket pelajaran.

Di SDN 4 Kertasari Ciamis, orang tua datang ke sekolah secara bergiliran. Mereka mengambil beberapa buku paket untuk digunakan siswa belajar di rumah.

Sementara untuk orang tua siswa baru atau kelas 1, diberikan sosialisasi terlebih dulu dan pembagian kelompok.

Kepala SDN 4 Kertasari Ismail Hamdi menjelaskan kegiatan belajar di sekolahnya dibentuk kelompok belajar per zona. Satu kelompok berisi tujuh siswa. Rumah mereka berdekatan.

Belajar mengajar dilaksanakan di rumah orang tua atau di tempat lain sesuai kesepakatan. Nanti guru akan berkeliling ke kelompok tersebut.

Pola kegiatan belajar mengajar per kelompok per zona itu sesuai keputusan empat menteri: tidak boleh menghadirkan siswa di sekolah.

Baca juga : 50 Ha Lahan Sawah di Ciamis Terancam Puso, Ini Penyebabnya..

Adapun waktu pembelajaran di zona itu sekitar 1,5 jam. Siswa tetap memakai seragam dan menjalankan protokol corona.

“Saya kira bertemu itu, supaya anak tetap kenal dengan guru dan ada interaksi juga,” tuntasnya. (isr)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.