Tahun Baru, Puluhan Warga Manonjaya Tasik Keracunan dari Makanan Hajatan

2809
0
Loading...

KABUPATEN TASIK – Sebanyak 20 orang diduga mengalami keracunan hingga harus dibawa ke Puskesmas Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, untuk mendapat perawatan, Selasa (31/12).

Puluhan warga dari Dusun Cihaur, Desa Cihaur, Kecamatan Manonjaya ini, diduga mengalami keracunan massal, diduga dari makanan di hajatan.

Abdul (28), salah satu warga yang dibawa ke Puskesmas Manonjaya mengatakan, sejak Rabu (1/1) siang, badannya terus meriang dan pegal-pegal.

Pertama ia dibawa ke bidan desa untuk diperiksa. Namun, ia dirujuk ke Puskesmas Manonjala.

“Gak tau awalnya juga. Tahu-tahu sudah seperti ini,” katanya kepada wartawan di Pusmesmas Manonjaya, Rabu (1/1) malam.

Ia menerangkan, tak tahu pasti penyebab gejala yang dialaminya. Namun, ia mengakui, pada malam tahun baru warga di lingkungannya menghadiri hajatan salah seorang warga.

BACA : Waduh.. Korban Keracunan Nasi Boks Malam Tahun Baru di Manonjaya Kabupaten Tasik Terus Bertambah

Setelah hajatan, beber dia, warga kembali ke rumahnya masing-masing. Baru pada Rabu siang ia mulai merasa gejala aneh pada tubuhnya. Padahal sebelumnya, ia mengaku, kondisi tubuhnya baik-baik saja.

Loading...

Ia menambahkan, warga lain yang datang ke hajatan itu juga mengalami gejala yang sama.

Mereka mulai sakit dengan gejala mual, mencret, dan meriang, pada hari pertama tahun baru. “Tapi gak tau pasti penyebabnya. Takut salah,” bebernya

Berdasarkan pantauan di lokasi hingga Rabu Malam pukul 23.00 WIB, sekitar 20 orang yang dibawa ke Puskesmas Manonjaya dari Dusun Cihaur yang diduga keracunan.

Namun, ambulans Puskesmas Manonjaya dan kendaraan desa terus bolak balik ke Cihaur untuk menjemput korban lainnya.

Kepala Dusun Cihaur, Ratna Aisyah menuturkan, warganya mengalami mual, mencret, dan pegal linu. Awalnya, satu per satu warga datang ke bidan desa.

Setelah banyak orang yang datang bergantian, ia berinisiatif membawa warga ke Puskesmas Manonjaya.

“Ada 20 orang yang sudah dibawa ke sini. Tapi masih ada juga yang diperiksa di rumahnya,” tuturnya.

Ia tak tahu pasti penyebab warganya mengalami gejala yang sama secara beriringan. Namun, pada malam tahun ada salah satu warga yang mengadakan hajatan syukuran rumah dan mengundang banyak orang.

Ratna belum mau memastikan penyebab gejala yang dialami warganya itu. “Biar nanti pihak berwajib yang menyelidikinya,” jelasnya.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.