Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3%

19.7%

7.3%

70%

Tahun Depan, Kawasan HZ Kota Tasik Akan Ditata Begini..

20098
27
GAMBARAN AWAL. Pemkot Tasikmalaya akan melakukan penataan di Jalan HZ Mustofa hingga Jalan Cihideung pada tahun 2021. Kiri, kondisi HZ Mustofa yang saat ini dinilai semakin semrawut.

INDIHIANG – Sebagai pusat perekonomian di Kota Tasikmalaya, kawasan Jalan HZ Mustofa menjadi identitas Kota Resik.

Namun, sampai saat ini belum ada penataan yang serius untuk mempercantik kawasan tersebut.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya H M Yusuf mengatakan untuk penataan kota sudah dipersiapkan dengan matang.

Baca juga : Tiang Miring, Kabel Provider Menjuntai ke Jalan di Simpang Cimulu-Stasiun Kota Tasik

Salah satunya tahun depan akan dilakukan penataan Jalan HZ Mustofa sampai perempatan Pasar Mambo dan Jalan Cihideung.

Penataannya, kata Yusuf, dengan memperbesar trotoar dan mempersempit jalan, jadi jalan hanya bisa dilalui oleh dua mobil tanpa ada area parkir.

“Nanti trotoar-nya akan diperpanjang sekitar dua-tiga meter dari yang sekarang dengan ditambah hiasan yang membuatnya semakin cantik. Jadi nanti trotoar-nya akan lebih luas untuk berbagai aktivitas masyarakat,” ujarnya kepada Radar, Sabtu (13/6).

Kata dia, ketika sudah dilakukan penataan dengan memperlebar trotoar, otomatis para pedagang kaki lima (PKL) akan ikut ditata supaya bisa tetap bisa berjualan di kawasan tersebut.

Dalam penataannya, PKL boleh berjualan dengan catatan tidak menggunakan gerobak.

Melainkan peti, sehingga ketika sudah berjualan peti langsung ditutup dan tidak membuat kawasan tersebut menjadi kumuh.

“Jadi tidak ada istilah pedagang diusir, tapi ditata dengan baik, jadi bisa berdagang dengan tenang tanpa harus ditertibkan,” ujarnya.

Lanjut dia, untuk area parkir di Jalan HZ Mustofa yang trotoarnya sudah diperlebar tidak akan ada lagi dan kendaraan hanya boleh melintas saja.

Nantinya, untuk kantong parkir bisa di sekitar areal HZ atau yang sudah dijajaki adalah eks Setda Kabupaten Tasikmalaya sebagai kantong parkir baru.

Karena sejauh ini, sudah banyak investor yang berminat mengelola kawasan setda, salah satunya menjadi lahan parkir.

“Jadi kita tetap tidak kehilangan PAD dari parkir,” katanya.

Na­mun, kata dia, in­vestor akan se­makin ter­tarik beri­n­vestasi mem­bangun kantong parkir ketika pe­nata­an HZ su­dah te­rea­lisasi.

Ka­rena nan­ti­nya di ka­was­an HZ tidak ada la­han par­kir dan masya­ra­kat bisa meng­gunakan kantong parkir di eks setda.

“Nanti akan kita coba sondingkan dengan bupati,” katanya.

Tahapannya, lanjut dia, untuk tahun feasibility study (FS) dan detail engineering design (DED).

Sedangkan untuk sumber anggarannya dari APBD Kota Tasikmalaya, tapi akan juga mencoba mengusulkan ke Pemprov Jabar sehingga pem­bangunannya bisa berkelanjutan minimal sampai perempatan Pataruman.

“Kalau tahun depan targetnya penataan sampai perempatan Pasar Mambo dan Cihideung,” jelasnya.

Dengan penataan ini diharapkan bisa lebih mempercantik perwajahan dan tata kota.

Sehingga menjadi identitas Kota Tasikmalaya yang dapat dibanggakan oleh seluruh masyarakat.

Dimana, saat ini kondisinya masih sangat semrawut, pa­da­­hal kawasan ini pusat perekonomian dan iden­titas kota.

Terpisah, Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya H Ivan Dicksan menjelaskan konsep tersebut saat ini masih dalam pembahasan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tasikmalaya.

Baca juga : Jaga Jarak saat Pencoblosan, KPU Kabupaten Tasik Tambah 690 TPS

Masih bersifat perencanaan, karena nantinya akan kembali dibahas di tingkat Pemkot.

“Setelah konsepnya selesai di Dinas PUPR, dibahas dulu di tingkat Pemkot. Namun, prioritas kegiatan untuk Tahun 2021 belum dibahas,” singkatnya. (igi)

loading...

27 KOMENTAR

  1. Sebaiknya yg ditata,diperindah itu Jl. Ir Juanda. Jalannya lebar, tp keliatan kumuh, padahal kantor Pemkot Tasik,Polres berada di wilayah itu…agar pemerataan pembangunan kota berjalan seimbang.

  2. Banyak pedagang kaki lima berarti bakal banyak sampah dan terlihat kumuh. Trotoar itu untuk pejalan kaki, bukan untuk berjualan.

  3. garelo pikiran na. ngga ada parkir sepanjang jalan kalau musim hujan kumaha yang mau belanja ke toko2 tersebut? liat di jenderal sudirman bandung, apanya yg indah? nu aya jd tambah macet jalan dikecilin. mikir teh pinter dikit, jangan asal bunyi. hz itu kawasan bisnis perdagangan, bukan kawasan wisata yg bakal dilewati orang jalan2. kalau kaya braga, kiri kanan bangunan cagar budaya masih mending, lah ini mau jalan2 apanya? nu aya tambah riweuh tambah macet. mun arek pedagang k5 na nu ditertibkan dilokalisir ke bekas setda eta, lain jalan dikecilin pkl bebas dagang asal pake peti. udh kejadian tambah amburasut mah riweuh sorangan geura. sok ingetkeun ieu omongan kuring…

  4. Sangat setuju, itu seperti jl malioboro Yogyakarta meski bnyk PKL tapi bersih, tidak boleh parkir kendaraan .
    Yogyakarta aja bisa masa Tasik TIDAK BISA .
    anut sistim ATM : Amati Tiru Modifikasi.
    Itu kan rencana utk jl HZ Mustofa, bagaimana dg jalan Cihideung???
    Kondisi jl Cihideung saat ini , SEMRAWUT, KUMUH

  5. Pemkot harus tegas dalam penataan ini serta kebersihan harus jadi prioritas, kota Tasik sdh tertidur lama dan ketinggalan jauh dari kota lain di pulau jawa utamanya dari segi kebersihan

  6. Di mohon utk di seimbangkan ya, jangan berat sebelah di harap semuanya rata jangan sampai yg besar lebih tambah besar yg kecil tambah di kucilkan

  7. Semoga Tasik memiliki jalur sepeda ☹️, dan trotoar dipakai pejalan kaki bukan para pedagang yang bikin semrawut

  8. Terus aja kaki lima didukung….bayar pajak kaga tpi dpet dukungan trus dari pemerintah….emang yg punya toko tuh semua nya orang kaya ???

  9. Supaya diperhatikan juga pemeliharaan trotoar. Dan atau pinggir jalan ke pasar Cikurubuk, jl. Mangin, jl. Juanda, jl. Suaka dan masih banyak jalan halan di kota Tasik yang pinggir jalannya kurang perawatan

  10. Kaya malioboro cocok tuh. Jangan lupa satpol pp siaga terus, tertibkan pkl & parkir liar, urusan perut biasanya ngeyel.

  11. Mau di perindah sebagaimanapun kalau masyarakatnya tidak disiplin, tetap aja akan jadi kotor dan kumuh, yg penting aparat pemerintah harus berani bertindak tegas terhadap yg orang2 yg melanggar atau merusak lingkungan dan tatanan kota, kla bisa dipasang CCTV khusus di pusat kota keramaian, jd apabila ada melanggar atau merusak , aparat bisa lgs cepat sigap ke TKP.

  12. Kota tasik berkembang pesat jantung kota dipadati oleh pedagang K 5 dan parkir kendaraan bermotor menumpuk, arus lalu lintas padat menimbulkan kemacetan , petugas satpol PP dan polisi lalu lintas terkesan hanya pajangan saja menjadikan kota tasik semerawut

  13. Itu jln dipersempt, itu kan jln propins tdk semudah itu untuk mempersempit jalan, justru yg kelihatan kumuh itu di jln Cihideung gede nya, kaya di pasar, boro2 nyaman dan representatif, amburadul

  14. Lamun trotoar kawasan Jl HZ Mustofa diperlebar, terus para PKL angger bisa keneh jualan naha moal jiga PKL n di jl Cihideung, jiga w enya bongkar pasang roda na. Tapi kenyataan ayeuna kumaha eta PKL angger w nageun. Sareukseuk ningali na g.

  15. Jika jumlah PKL tdk ditertibkan maka pasti akan membludak jumlahnya meskipun menggunakan peti. Sebaiknya PKL dilarang dan trotoar khusus utk pejalan kaki serta aktivitas non niaga. Dan dibuatkan area khusus untuk menampung PKL spt yg sdh ada di kawasan Dadaha meskipun itu skrg kurang mendapat perhatian, PKL yg menggunakan bahu jalan kembali bermunculan.

  16. yg pling parah mah emang dicihideung ,itu stengah jalan dipake buat pkl ,dulu biasanya itu adanya pas bulan puasa aja ,skrang malah permanen smpe” toko dipinggir jalan ga keliatan ,harus ditata lagi itu biar ga keliatan kumuh ,mana di pusat kota

  17. Rekayasa lalin sm perbaikan sistem drainase, kembangkan sistem jaringan bawah tanah untuk smua jaringan prasarana saya kira itu yg paling urgent di Kota Tasik.

  18. pokoknya tasik hrs indah pemandangan nya ada pohon2 n bunga2 gt , terutama di tasik kota nya hrs dipersyantiiiikk em biar enak diliat nya

  19. Yg ptg mah skg ini
    ¹PKL ditertibkeun jgn dibiarkan tumbuh sprt jamur,
    ²ptgs hrs tegas dlm penertiban PKL jgn sprt skg ini para PKL dibiarkan jongkonya di trotoar stlh jualan, Hak pejalan kaki kalah oleh PKL.
    ³Apalagi sepanjang jln Cihideung sangat kumuh semenjak di pasang roda PKL, sungguh aneh penataan jl Cihideung.
    Tks

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.