Tahun Ini, Ada 344 Kasus Stunting

17
0

PANGANDARAN – Angka stunting (tubuh pendek) pada bayi dibawah lima tahun (balita) di Kabupaten Pangandaran dinilai masih sedikit. Pada tahun ini tercatat ada 344 kasus stunting di Pangandaran.

Kadis Kesehatan Kabupaten Pangandaran Yani Achmad Marzuki mengatakan bayi yang mengalami stunting ditemukan di 10 Kecamatan di Kabupaten Pangandaran, dengan kategori pendek dan sangat pendek. ”344 bayi stunting ini ada di 15 Puskesmas di Kabupaten Pangandaran,” ujarnya kepada Radar, Selasa (20/8).

Menurut Yani, kasus balita stunting di Puskesmas Kalipucang sebanyak 94, kemudian di Puskesmas Parigi 34, Puskesmas Selasari 27, Puskesmas Cijulang 13, Puskesmas Cimerak 6, Puskesmas Legokjawa 19, Puskesmas Cigugur 14, Puskesmas Langkaplancar 5, Puskesmas Jadikara 3, Puskesmas Padaherang 3.

”Puskesmas Sindangwangi 29 kasus, Puskesmas Pangandaran 43 kasus, Puskesmas Sidamulih 21 kasus, Cikembulan 13 kasus dan Mangunjaya 19 kasus,” ujarnya.

Menurut Yani, presentase angka bayi stunting memang cukup sedikit, hanya 1,28 persen dari total bayi sebanyak 26.875. ”Presentase Kabupaten Pangandaran masih dibawah provinsi Jawa Barat,” katanya.

Untuk kasus stunting di tahun 2018 tercatat ada 717 kasus. ”Upaya yang dilakukan mencegah adanya stunting dengan memberikan pelayanan lebih terhadap ibu hamil, seperti pemberian tambah darah dan makanan bergizi,” ucapnya.

Menurut dia, waktu paling tepat melakukan pencegahan dan antisipasi kasus stunting diantaranya pemberian asupan gizi pada 1.000 hari pertama melahirkan,” tuturnya. (den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.