Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

2.8%

19.1%

7.1%

71%

Tahun Ini, Jadi Penentu Nasib Honorer K2

424
0
honorer

JAKARTA – Tahun ini, menjadi penentuan nasib honorer K2 (kategori dua). Mereka optimistis tahun ini akan ada pengangkatan CPNS dari honorer K2.

“Kami optimistis diangkat. Apalagi se­telah ber­temu Pak Jokowi, jadi plong rasanya,” ujar Ketum Forum Hon­orer K2 Indonesia (FHK2I) Titi Pur­waningsih kepada JPNN, Sabtu (7/7).

Walau singkat, menurut Titi, Jokowi mengisyaratkan siap menyelesaikan masalah K2 asalkan tidak menabrak aturan. Jokowi menunggu hasil dari proses revisi UU Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sementara berjalan. “Presiden bilang, iya tapi mana yng harus saya teken,” ucapnya.Dengan jawaban itu, honorer K2 kini menggantungkan harapan pada DPR RI.

Walaupun parpol sibuk dengan urusan pilcaleg dan pilpres tapi pembahasan revisi UU ASN jangan sampai dilupakan. “Tahun penentuan tinggal 2018. Tahun depan wassalam karena semuanya pasti berubah. Iya kalau presidennya masih Pak Jokowi, kalah enggak ya mulai dari nol lagi prosesnya,” tandasnya.

Sementara itu, mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Azwar Abubakar mengungkapkan masalah honorer tidak akan tuntas. Kecuali pemerintah dan DPR RI sepakat yang diselesaikan hanya sampai pada honorer K2 (kategori dua).

Di era Azwar, DPR pernah membuat rapat kerja gabungan. Dalam raker gabungan itu honorer dipetakan hingga delapan kategori. Honorer yang diangkat di bawah 2005 hanya K1 dan K2. Di luar itu adalah honorer yang diangkat di atas 2005.

“Tinggal pilih nih mau selesaikan yang mana. Hanya sampai K2 atau delapan kategori itu diselesaikan semua oleh pemerintah yang berbeda-beda,” ucapnya.

Azwar yang juga pengamat re­formasi birokrasi ini me­nya­rankan pemerintah mengangkat CPNS dari honorer K2 sesuai kebutuhan. Kemudian diseleksi sampai mereka lulus. Kalau tidak lulus, diberikan pelatihan lagi hingga mereka lulus.

“Kalau enggak lulus-lulus juga, jangan dipaksakan jadi CPNS. Angkat mereka menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja. Namun, selama masa tunggu berikan mereka gaji yang pantas sekitar Rp 3 juta,” sarannya.

Dia melihat keinginan honorer menjadi CPNS karena minimnya kesejahteraan yang diterimanya. Bila kesejahteraannya memadai, honorer K2 ini tidak akan menuntut lebih karena sejatinya mereka paham kalau tidak lulus saat seleksi 2013.

“Kan sudah dikasih kesempatan ikut seleksi. Namun, banyak yang tidak lulus. Harusnya menerima itu, bukannya malah semua menuntut diangkat CPNS. Kalau pun ada yang bodong jumlahnya kan enggak banyak,” tandasnya.  (esy/fat/jpnn)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.