Taiwan Lirik Kawasan Pantura

30
0

JAKARTA – Kawasan Pantai Utara Jawa menjadi sorotan investor industri kimia dunia. Sebut saja Indramayu, Jawa Barat. Selain lokasinya yang strategis, kawasan ini juga memiliki spot pelabuhan yang langsung menjurus ke jalur laut internasional.

Taiwan dan Uni Emirat Arab (UAE) menjadi negara yang akan menggelontorkan dana segarnya di kawasan tersebut. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menjelaskan, industri petrokimia tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kapasitas produksi guna mengisi pasar domestik dan ekspor namun menghasilkan substitusi produk impor.

“Selama dua pekan terakhir ini, kami aktif berdiskusi dengan para investor asing yang berminat untuk mengembangkan industri petrokimia di dalam negeri,” kata Airlangga di Jakarta Senin (5/8).

Ia menyebutkan, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan Menteri Energi dan Industri Uni Emirat Arab (UEA) Suhail Mohamed Faraj Al Mazrouei. Pada kesempatan itu dibahas rencana investasi perusahaan asal UEA, Mubadala dengan nilai investasi hingga USD 2,5 miliar.

“Komitmennya sudah, mereka mau bergabung dalam pengembangan industri petrokimia bersama PT Chandra Asri Petrochemical dalam Proyek CAP 2,” ujarnya.

Selain UAE, China Petroleum Corporation (CPC) Taiwan juga berencana menggelontorkan dananya di Indonesia melalui kerja sama dengan PT Pertamina (persero). Saat ini, pemerintah menunggu tindak lanjut negosiasi kedua perusahaan tersebut untuk pengembangan kompleks industri petrokimia terpadu di Balongan, Indramayu, Jawa Barat.

“Kami masih menunggu pembicaraan business to business (b-to-b) antara Pertamina dan CPC. Investasi mereka sekitar USD8,62 miliar,” imbuhnya.

Airlangga optimistis, dengan nanti beroperasinya sejumlah pabrik petrokimia skala raksasa di Tanah Air, bakal mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik yang besar. Saat ini, industri di Indonesia menyerap produk petrokimia dan turunannya sebanyak lima juta ton per tahun. Jumlah ini terus tumbuh. Pabrik-pabrik itu akan beroperasi secara bertahap. “Mereka baru selesai sekitar tahun 2023-2025. Dengan demikian, industri petrokimia kita bisa tumbuh lebih baik lagi,” katanya.

Terpisah, Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian Doddy Rahadi telah melakukan pertemuan dengan Bupati Indramayu Supendi untuk membahas mengenai pengembangan Kawasan Peruntukan Industri (KPI) Indramayu. (rls/fin/tgr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.