Tak Ada Anggaran Kampanye di KPU

16

TAWANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tasikmalaya tidak memiliki anggaran untuk peserta pemilu di tingkat daerah. Setiap parpol boleh memasang iklan secara langsung di media cetak atau elektronik dengan mengikuti ketentuan.

Ketua KPU Kota Tasikmalaya Ade Zaenul Mutaqin mengaku pihaknya tidak memiliki anggaran untuk kampanye. Adapun anggaran publikasi hanya untuk teknis pemilu. “Ya paling hanya iklan layanan masyarakat,” ujar dia kepada Radar, Rabu (6/2).

Sebelumnya memang pemasangan iklan dari peserta pemilu akan difasilitasi oleh KPU sebagaimana pilgub kemarin. Namun demikian, dalam pemilu kali ini anggaran kampanye tersebut hanya berada di KPU pusat. “Jadi tidak ada ke daerah,” tuturnya.

Maka dari itu, peserta pemilu yakni partai politik bisa langsung memasang iklan kampanye di media cetak atau elektronik. Namun, hal itu baru bisa dilakukan di 21 hari sebelum masa tenang. “Jadi tidak sekarang, tapi waktunya tetap mengikuti ketentuan,” katanya.

Adapun ketentuan lainnya yakni ukuran dari iklan tersebut untuk media cetak berukuran 800 milimeter kolom atau satu halaman setiap harinya. Sedangkan untuk media televisi yakni durasi 30 detik setiap hari.

Untuk radio peserta bisa memasang iklan dengan durasi 60 detik. Ada pula iklan di media daring yang hanya 1 banner setiap harinya.

Menurut Ade, sistem iklan seperti ini dinilai akan lebih fleksibel karena jika difasilitasi KPU maka ruang iklan akan sangat terbatas. Hal itu berkaitan dengan jumlah peserta yang terbilang cukup banyak. “Kalau sama KPU setiap hari biayanya pasti besar,” katanya.

Ketua Bawaslu Kota Tasikmalaya Ijang Jamaludin pun sepakat bahkan meminta parpol untuk memanfaatkan ruang berkampanye di media massa semaksimal mungkin. Hal itu mengingat rentang waktu yang cukup singkat untuk ajang mereka berkampanye. “Kemarin kan banyak parpol yang menanyakan kapan bisa pasang iklan di media, jangan sampai nanti pada waktunya malah ketinggalan,” ujarnya.

Namun demikian, prosedur serta etika dalam konten iklan kampanye harus tetap dipatuhi. Selain regulasi teknis iklan, muatannya pun jangan sampai mengandung ujaran kebencian atau yang berbau SARA. “Untuk teknis konten itu dikembalikan kepada regulasi iklan di perusahaan media,” katanya. (rga)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.