Disperindag Klaim Banyak Perajin Baru Bermunculan

Tak Ada Anggaran Pelatihan Kerajinan

5
SEPI. Pedagang di sentra kerajinan Kecamatan Rajapolah mengeluhkan sepi pembeli yang berdampak menurunnya pendapatan Selasa (25/9).

RAJAPOLAH – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tasikmalaya mengaku terbentur anggaran dalam memberikan pelatihan pada bidang kerajinan di Kecamatan Rajapolah.

“Kalau tahun lalu saja anggaran dinas hanya Rp 500 juta untuk lima bidang, salah satu diantaranya bidang industri yang di dalamnya pelatihan perajin,” ungkap Kepala Disperindag Kabupaten Tasikmalaya Drs Heri Sogiri MM saat dihubungi Radar, Selasa (25/9).

Kata dia, anggaran dari berbagai sumber untuk kegiatan pelatihan masih minim, termasuk tahun ini sangat terbatas sekali. Sementara untuk pelatihan kerajinan bagi para perajin bukan hanya di Rajapolah saja.

Tapi masih ada titik lainnya seperti Sukaraja, Karangnunggal dan daerah lainnya. “Kabupaten Tasikmalaya banyak potensi kerajinannya, sementara dana untuk pemberdayaannya sangat terbatas, jadi mau bagaimana,” paparnya.

Kata Heri, langkah yang sudah dilakukan dinas diantaranya melakukan pendataan ulang terhadap jumlah perajin di Rajapolah dan secara umum Kabupaten Tasikmalaya. “Hasil pendataan banyak perajin baru yang tumbuh dan ada juga yang awalnya aktif menjadi tidak aktif. Tetapi malah lebih banyak perajin baru yang bermunculan,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Industri Agro Disperindag Kabupaten Tasikmalaya Drs Amir Subyana MM menambahkan tahun ini tidak ada alokasi anggaran khusus pelatihan kerajinan di Kecamatan Rajapolah.

Tapi ada bantuan dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) sebesar Rp 20 juta untuk FGD, itu pun tidak hanya kerajinan di Rajapolah. “Tahun lalu masih ada anggaran Rp 75 juta untuk pelatihan berbagai kerajinan. Kalau sekarang belum ada. Jadi memang anggarannya setiap tahun tidak tentu,” katanya.

Sebelumnya, lanjut dia, yang sudah dilakukan pelatihan di Rajapolah lebih kepada inovasi serta memahami soal kebutuhan pasar. Sehingga pemasarannya mampu menyentuh berbagai unsur dan daerah. Termasuk memberikan pelatihan teknis menganyam dan membuat motif yang lebih variatif. “Untuk jumlah perajin di Rajapolah saat ini tercatat 327 unit usaha,” tandasnya. (dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.