Tak Ada Euforia Tahun Baru di Kota Tasik, BNN Tiadakan Razia

36
0
JELASKAN. Kepala BNN Kota Tasikmalaya H Tuteng Budiman menegaskan di malam tahun baru 2021 ini, pihaknya tidak akan melakukan razia seperti tahun-tahun sebelumnya, kemarin. Rangga Jatnika/Radar Tasikmalaya
Loading...

TASIK – Setiap malam pergantian tahun, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tasikmalaya melakukan operasi gabungan ke tempat-tempat hiburan dan kerumunan. Dengan penekanan kerumunan, peredaran dan penyalahgunaan narkoba menjadi lebih sulit dideteksi.

Kepala BNN Kota Tasikmalaya, H Tuteng Budiman mengatakan tahun ini pihaknya tidak ada rencana razia. Hal itu karena kegiatan hiburan dan euforia ditiadakan.

“Biasanya kan kita datangi tempat hiburan atau warga yang berkerumun di jalan, tahun baru kali ini tidak ada,” ungkapnya kepada Radar, Rabu (30/12).

Namun demikian, peredaran dan penyalahgunaan narkoba bukan berarti hilang begitu saja. Karena penyalahgunaan sabu-sabu dan sejenisnya disinyalir masih tetap ada.

“Bukan berarti setiap yang mengikuti acara hiburan pakai narkoba, tapi ada kerawanan di situ,” terangnya.

Loading...

Baca juga : Rumah Gubuk di Indihiang Kota Tasik Jadi Gudang Miras Tuak, Pemilik Kabur Saat Razia

Seperti halnya pada malam pergantian tahun 2019-2020, pihaknya melakukan razia ke beberapa tempat hiburan. Hasilnya, ada beberapa orang yang diamankan karena terdeteksi positif. “Temuan hasil razia itu kita gunakan untuk pengembangan,” ujarnya.

Justru, lanjut H Tuteng, tidak adanya kegiatan hiburan membuat penyalahgunaan narkoba lebih sulit dideteksi. Pasalnya pemetaan kawasan yang rawan menjadi lebih luas. “Bisa di rumah masing-masing atau tepat pribadi lainnya,” tuturnya.

Maka dari itu, meskipun tidak ada operasi razia, BNN tetap menajamkan mata dan telinga. Ketika memang ada informasi peredaran dan penyalahgunaan narkoba, pihaknya akan langsung bergerak. “Jadi upaya kita lebih pada insidental,” katanya.

Terlepas dari analisa tersebut, pihaknya berharap masyarakat bisa tetap di rumah tanpa menyalahgunakan narkoba. Bukan karena hanya karena aturan hukum, namun juga untuk menjaga kesehatan fisik dan mental.

“Berpikirnya jangan karena berisiko dihukum, tapi untuk menjaga diri kita tetap sehat,” tuturnya.

Begitu juga para orang tua yang memiliki anak di usia remaja. Pengawasan harus tetap dilakukan supaya mereka terhindar dari psikotropika atau obat-obatan sejenisnya.

“Kami khawatir anak-anak masih tetap kumpul dan melakukan hal yang aneh-aneh, meski tidak berkerumun di luar,” pungkasnya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.