Tak Ada Hukum, Kota Tasik Jadi Primadona Gepeng hingga Badut Jalanan

1239
0

KOTA TASIK – Sejalan perkembangan perkotaan, dan karena tak ada hukum, kawasan Kota Tasik semakin diminati atau jadi primadona para gelandangan pengemis (Gepeng), anak jalanan hingga badut jalanan, untuk mengais rezeki. Terutama di lampu lampu stopan.

Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kota Tasikmalaya, Nana Rosadi mengakui kondisi hal tersebut.

“Hasil analisa di lapangan, ada ribuan mereka itu (anak punk, gelandangan, pengemis dan lainnya, red). Mereka itu berasal dari luar kota dan ada di jalanan secara tiba-tiba ” ujarnya kepada radartasikmalaya.com, Rabu (19/02) siang.

Mengapa Kota Tasik jadi primadona?
“Karena mereka menganggap kota yang paling aman. Sehingga jadi primadona mereka. Tak ada aturan yang memberi dan diberi. Kalau di luar daerah kita, itu sudah ada aturannya,” terangnya.

“Contohnya yang memberi uang dihukum 50 juta dan yang diberi juga dihukum. Ada aturan seperti itu di luar daerah. Sehingga mereka engga bakal mau mengemis di daerah dengan aturan seperti itu,” sambungnya.

Dengan aturan itu, tegas dia, tentunya memberi efek jera dan efektif mengurangi mereka. “Mohon maaf, memang tempat yang paling enak bagi mereka ya di Kota Tasik,” tegasnya.

Sedangkan untuk fasilitas menampung, mereka juga pihaknya kekurangan fasilitas. Padahal ketika ada aturan yang memberikan efek jera itu nantinya bisa dilimpahkan pihaknya.

“Kalau penampungan kita itu digabung antara LBK, tempat pemberdayaan dengan rumah singgah. Harusnya ya dipisah. Mudah-mudahan 2021 di kita bisa terpisah lokasi itu,” tambahnya.

Jelas dia, walaupun demikian pihaknya tetap rutin melakukan razia. “Hari ini kita razia juga dan menangkap mereka di perempatan Mitra Batik, Alun-Alun, rumah sakit, Pasar Pancasila, sekitar Masjid Agung, dan Padayungan,” jelasnya.

Dalam razia ini pihaknya bekerjasama dengan Satpol PP dalam rangka razia anak punk, gelandangan dan pengemis. Termasuk pengamen yang memakai boneka di jalan raya (badut jalanan).

“Kenapa itu kita lakukan, karena hal tersebut merupakan tugas pokok kita dalam rangka merehabilitasi mereka untuk kita berdayakan,” tukasnya.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.