Tak Ada Izin Keramaian Tahun Baru di Kota Banjar

56
0
PIDATO. Wali Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih saat berpidato pada perayaan HUT TNI beberapa waktu lalu di Batalyon Rider 323 BP/Kostrad. Wali kota menegaskan tak ada izin yang diberikan untuk kegiatan yang menimbulkan kerumunan orang. Cecep herdi / radar tasikmalaya
PIDATO. Wali Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih saat berpidato pada perayaan HUT TNI beberapa waktu lalu di Batalyon Rider 323 BP/Kostrad. Wali kota menegaskan tak ada izin yang diberikan untuk kegiatan yang menimbulkan kerumunan orang. Cecep herdi / radar tasikmalaya
Loading...

BANJAR – Jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Banjar masih tinggi. Bahkan empat kantor pemerintahan sebelumnya sempat ditutup karena ada pegawai yang terkonfirmasi positif.

Menyikapi tingginya kasus, Pemerintah Kota Banjar melalui gugus tugas pun tidak mengizinkan ada kegiatan keramaian yang menimbulkan kerumunan.

“Hal itu untuk menekan penyebaran Covid-19. Termasuk perjalanan dinas pejabat ke luar daerah juga dilarang. Karena angka positif Covid-19 di Kota Banjar mash tinggi,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan dan Percepatan Covid-19 Kota Banjar Agus Nugraha, Minggu (20/12).

Kata dia, jika ada kegiatan acara keramaian yang menimbulkan kerumuan, maka itu tidak memiliki izin. Karena sampai saat ini pemerintah kota masih memperketat bahkan tidak mengeluarkan izin apa pun yang terkait acara-acara keramaian.

“Ketua Gugus Tugas yakni Wali Kota Banjar juga sudah melarang adanya acara perayaan Tahun Baru, seperti penggung musik bahkan hingga pesta kembang api,” kata Agus.

Loading...

Baca juga : Terus Ingatkan Warga Kota Banjar Soal Penerapan Prokes

Wali Kota sekaligus Ketua Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih MSi melarang kegiatan perayaan Tahun Baru. Larangan dikeluarkan karena dikhawatikan terjadi kerumunan massa saat pergantian tahun.

Ade Uu mengatakan langkah tersebut dilakukan dalam upaya menekan penyebaran wabah Covid-19 di Kota Banjar. Terlebih saat ini kasus positif Covid-19 terus bertambah.

“Ibu (wali kota menyebut dirinya, Red) tekankan sekali lagi, tidak mengizinkan perayaan malam Tahun Baru. Tidak boleh karena akan menimbulkan kerumunan,” kata dia.

Dikatakan dia, jika ada yang merayakan, akan dibubarkan petugas gabungan dari tim penindak pelanggar prokes dan semua stakeholder terkait hingga ketua RT/RW.

“Sebenarnya kita semuanya juga jenuh, tapi kalau kita lengah, abai terhadap prokes, maka wabah Covid-19 tidak akan selesai. Maka dari itu mari bersama-sama disiplin terapkan prokes atau 3 M saja,” tandasnya.

Kapolres Banjar AKBP Melda Yanny SIK, MH menambahkan yang perlu diwaspadai pada perayaan Natal dan Tahun Baru adalah kerumunan.

“Apalagi ada cuti bersama, tentu banyak yang berlibur. Agar tidak terjadi lonjakan kasus positif Covid-19 di Kota Banjar kita perlu antisipasi,” tandasnya. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.