Tak Ada Kirab Peringatan Hari Santri di Kota Tasik

62
0
radartasikmalaya.com
Upacara peringatan HSN secara virtual di Bale Kota Tasik, Kamis (22/10) siang. rezza rizaldi / radartasikmalaya.com
Loading...

TASIK – Di tengah masa pandemi Covid-19, perayaan Hari Santri Nasional (HSN) di Kota Tasikmalaya digelar secara virtual di Bale Kota, dan tak ada kirab seperti tahun sebelumnya.

“Saya atas nama pemerintah dan masyarakat mengucapkan HSN. Saat ini tak ada kegiatan hari santri seperti yang sudah-sudah,” ujar Wali Kota Tasik, Budi Budiman kepada radartasikmalaya.com, Kamis (22/10) siang.

“Sekarang masing-masing mungkin ada kegiatan di pesantren. Termasuk juga FPP (Forum Pondok Pesantren) mengadakan kegiatan. Namun, kegiatan itu tak secara terbuka. Karena kita menjaga agar kasus Covid-19 tak bertambah,” sambungnya.

Terang dia, HSN ini jadi momentum menjadi pemikiran bersama dalam mencari solusi yang baik bagaimana saat ini pendidikan, termasuk pendidikan agama terus dilaksanakan oleh para santri.

“Tetapi bagaimana tetap menerapkan protokol kesehatan bisa di laksanakan di pondok pesantren,” terangnya yang ditemui usai upacara HSN secara virtual.

Sampai saat ini, pihaknya bersyukur untuk pendidikan umum sudah terbiasa menjalankan protokol kesehatan, seperti wisuda dengan sistem daring termasuk belajar.

“Bahkan santri saat ini sudah melaksanakan pembelajaran daring,” tambah Budi.

Loading...

Tidak hanya itu, bantuan pun untuk pondok pesantren dan santri terus ada. Harapan tersebut harus menjadi sebuah lompatan meningkatkan kapasitas dan kualitas pendidikan pesantren.

“Pesantren tidak hanya menguasai ilmu agama saja juga teknologi yang saat ini tidak bisa lepas,” jelasnya.

Wakil Wali Kota Tasik, HM Yusuf menambahkan, HSN harus dimaknai dan diapresiasi, apalagi saat ini sudah ada Undang-Undang Pondok Pesantren dan tinggal menunggu turunannya.

“Malah pemberdayaan pesantren harus menjadi perhatian kita. Lalu bagaimana memberdayakan pesantren termasuk santrinya supaya kedepan lebih produktif? Artinya tak hanya mengurusi lingkungan Ponpes, pesantren juga harus diberdayakan,” tuturnya.

Untuk pemberdayaan pesantren itu, jelas dia, saat ini banyak programnya dari pemerintah pusat melalui Menteri Ekonomi yang mengarah ke pesantren, mulai dari warung digital dan lainnya.

“Jadi pesantren dibuat produktif, sehingga santri-santrinya produktif,” jelasnya. (rez)

 

 

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.