Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

4.2%

20.3%

8.1%

67.4%

Tak Ada Lagi Tempat Isolasi Khusus di Pangandaran

90
0
ISOLASI KHUSUS. Tempat isolasi khusus bagi pemudik asal Desa Karangbenda di SDN 1 Karangbenda, Kamis (4/6). Situasinya sudah kosong karena semua pemudik sudah menjalankan isolasi khusus selama 14 hari. FATKHUR RIZQI / RADAR TASIKMALAYA

PANGANDARAN – Dalam memberlakukan adaptasi kebiasaan baru (AKB), Pemkab Pangandaran tidak lagi melakukan isolasi khusus bagi pemudik.

Melainkan diganti dengan surat keterangan sehat dan hasil rapid test.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran Nana Ruhena mengatakan, per Selasa (2/6) bagi pemudik harus memiliki surat keterangan sehat dan hasil rapid test, sehingga bisa masuk ke Pangandaran.

Baca juga : Pengusaha Hotel dan Restoran di Pangandaran Siap Sambut Wisatawan

Hal tersebut sesuai dengan aturan berlaku dalam pemberlakuan AKB.

“Pemudik per hari ini yang datang ke Pangandaran harus memiliki surat keterangan sehat dan hasil rapid testI yang menunjukkan negatif, itu pun berlaku bagi wisatawan yang akan datang,” katanya kepada Radar, Kamis (4/6).

Sampai saat ini, kata dia, tercatat 2.100 pemudik yang sudah menjalankan isolasi khusus di sekolah.

Namun, sekarang tinggal 557 pemudik yang masih menjalani isolasi. Mereka tetap menjalankan isolasi khusus atau karantina di sekolah sambil menunggu hasil swab.

“Semua (557 pemudik, Red) sudah swab dan menunggu hasilnya,” ujarnya, menjelaskan.

Dengan begitu, sambung Nana, pemudik yang masih menjalankan isolasi khusus terus berjalan sampai dengan Minggu (14/6).

Maka untuk isolasi khusus saat ini, patokan pemudik yang sudah dapat pulang itu dari hasil swab yang dinyatakan negatif.

“Dia boleh pulang ketika hasil swab-nya non reaktif (negatif, Red).

Maka walau belum 14 hari di isolasi khusus di sekolah hasil swab-nya tidak terpapar virus corona bisa dapat keluar (pulang ke rumah, Red),” katanya.

Sebaliknya, lanjut dia, pemudik yang sudah melakukan isolasi khusus 14 hari tapi belum mendapatkan hasil swab-nya, tetap dapat pulang.

Dengan catatan harus melakukan isolasi mandiri di rumah.

Kemudian, kata dia, karena Jumat (5/6) sudah mulai pembukaan objek pariwisata, bagi pengunjung harus membawa surat keterangan sehat dan melampirkan hasil rapid test.

“Mereka yang sudah bawa lanjut dan yang tidak bawa suruh balik,” katanya.

Kecuali, lanjut dia, pengunjung yang kompromi siap rapid test di cek poin Pangandaran.

Kalau hasilnya negatif terpapar virus corona pengunjung bisa masuk untuk berwisata di seluruh destinasi yang dimiliki Kabupaten Pangandaran.

Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata menjelaskan, kebijakan pencegahan penyebaran virus corona dari pemudik dengan pemberlakuan isolasi khusus selama akhir April sampai awal Juni menggelontorkan dana mencapai Rp 5 miliar.

Tujuannya untuk menekan perantauan untuk tidak pulang ke Pangandaran.

Baca juga : KPU Pangandaran Minta Tambahan Anggaran Rp3,4 M untuk APD

“Hampir Rp 5 miliar memberikan subsidi untuk 2.100 pemudik. Dari anggaran makan Rp 20 ribu per hari jadi kalau 14 hari berarti Rp 280 ribu dan pembelian fasilitas lainnya (kasur lantai dan bantal, Red),” ujarnya.

Selanjutnya, bagi pemudik ke Pangandaran wajib membawa surat keterangan sehat dan melampirkan hasil rapid test.

“Sehingga selama menunggu hasil swab isolasi mandiri harus di rumah saja,” katanya. (riz)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.