Tak Ada PDP dan Positif Corona di Pangandaran

344
0

PANGANDARAN – Dalam pencegahan penyebaran virus corona, Pemerintah Kabupaten Pangandaran sudah melakukan berbagai upaya untuk tetap mempertahankan status zona hijau Covid-19.

Mulai dari pemeriksaan kesehatan dan penyemprotan disinfektan terhadap kendaraan dan penumpang yang masuk Kabupaten Pangandaran di lima titik perbatasan. Mulai dari perbatasan dengan Cilacap, Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya.

Kemudian Pemkab Pangandaran pun sudah melakukan rapid test terhadap 400 orang dan hasilnya semua negatif.

“Semua yang mengikuti rapid test hasilnya negatif. Mudah-mudahan tidak ada yang PDP dan positif,” ujar Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata kepada Radar, Rabu (1/4).

Baca Juga : Orang yang Masuk Pangandaran Langsung Disemprot Desinfektan dan Rapid Tes

Jeje mengaku bersyukur sampai saat ini di Kabupaten Pangandaran tidak ada warga yang dinyatakan PDP dan positif. Sementara yang berstatus ODP mencapai 325 orang.

“Bagi yang ODP kita pantau terus mereka, petugas medis terus berkeliling untuk memantaunya,” ujarnya, menjelaskan.

Loading...

Kata Jeje, walaupun sampai saat ini belum ada yang PDP dan positif, pihaknya tetap antisipasi dengan melakukan upaya pencegahan. Sehingga sampai wabah ini berakhir tidak ada masyarakat Kabupaten Pangandaran yang dinyatakan PDP atau positif.

Baca Juga : Pasien Corona Diisolasi di Gedung Farmasi RSUD Pandega Pangandaran

“Ya tetap harus siap-siap, termasuk menyiapkan tempat isolasi. Karena kalau ada yang PDP atau positif tidak mungkin disatukan ke puskesmas atau rumah sakit umum, melainkan harus ada ruangan khusus,” katanya, menjelaskan.

Sampai saat ini, kata dia, ruang isolasi sendiri sudah dipersiapkan sebagai antisipasi.

“Salah satu pilihannya untuk ruang isolasi pasien virus corona di Gedung Farmasi RSUD Pandega,” ujarnya. (den)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.