Tak Ada Pemasukan dari Shelter PKL Dadaha ke Pemkot Tasik

74
0
KURANG MAKSIMAL. Selter PKL Dadaha yang sejauh ini belum dikelola maksimal tahun ini di bawah pengelolaan UPTD Dadaha. RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA
Loading...

TASIK – Selter Pedagang Kaki Lima (PKL) Dadaha yang sebelumnya dibawa pengelolaan Dinas KUMKM Perindag, tahun ini dilimpahkan ke UPTD Pengelola Komplek Dadaha. Sejauh ini keberadaan selter tersebut belum memberikan income untuk Pemerintah Kota Tasikmalaya.

Kepala Dinas KUMKM Perindag Kota Tasikmalaya, H M Firmansyah mengatakansaat ini kewenangan mengelola selter sudah diserahkan ke Dadaha. Hal itu bukan karena pihaknya sudah tidak sanggup untuk melakukan pengelolaan.

“Karena secara wilayah kan ada di Dadaha, jadi idealnya memang di bawah UPTD Dadaha,” ungkapnya, Senin (11/1).

Baca juga : Razia Masker & Knalpot Bising d Cigeureung Kota Tasik

Meski demikian, bukan berarti pihaknya pun cuci tangan begitu saja. Tetapi akan ikut melakukan pembinaan untuk para pedagang yang mengisi selter tersebut.

loading...

“Tentunya dengan berkoordinasi kepada UPTD,” ujarnya.

Pantauan Radar, sejak selter tersebut didirikan, hanya beberapa saja pedagang yang bertahan. Sebagian besar dari mereka tetap kembali ke jalan.

Hal itu diakui Firmansyah, dia pun mengaku cukup kesulitan dalam meminta PKL di seputaran Dadaha pindah ke lokasi selter. Sebab kurangnya pendapatan menjadi alasan para pedagang.

“Memang cukup sulit, tapi mudah-mudahan dengan kolaborasi UPTD dengan dinas bisa membuat lokasi tersebut menjadi lebih baik,” katanya.

Disinggung adakah retribusi pedagang di selter itu, dia menyanggahnya. Selter tersebut dibuat untuk merelokasi PKL yang ada diseputaran Dadaha. “Jadi tidak ada penarikan retribusi,” terangnya.

Namum demikian, bukan tidak mungkin ke depannya selter tersebut jadi lahan untuk mendapatkan PAD dari retribusi pedagang. Hanya saja peruntukkannya harus diubah terlebih dahulu. “Jadi fungsi pelayanan, misal dijadikan kawasan pasar kreatif atau sejenisnya,” kata dia.

Sementara itu, Kepala UPTD Dadaha Dadi Sopardi belum bisa banyak memberikan komentar. Karena sementara ini pihaknya belum ada rencana untuk penataan wilayah tersebut. “Baru pelimpahan pengelolaan saja, belum dengan anggaran,” singkatnya. (rga)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.