Tak Ada Rekayasa Pasien Covid-19 di Kabupaten Garut

62
0
Maskut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut
Loading...

TAROGONG KIDUL – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut menegaskan tak ada rekayasa data pada kasus melonjaknya pasien Covid-19. Hal itu ditegaskannya menyusul adanya isu soal dugaan rekayasa jumlah pasien.

“Informasi itu (rekayasa) tidak benar. Warga yang terinfeksi itu hasil pemeriksaa swab petugas lapangan,” ujar Maskut kepada wartawan, Minggu (20/12).

Maskut menerangkan meningkatnya data pasien positif Covid-19 hasil dari pemeriksaan swab dari kontak erat dengan pasien positif Covid-19.

“Tidak mungkin rekayasa. Kan semuanya ada prosesnya saling konfirmasi dari mulai gugus tugas-rumah sakit-Dinkes-hasil lab dan seterusnya ke pihak lainnya. Jadi nggak mungkin itu terjadi,” tegasnya.

Baca juga : Brigif Raider 13/Galuh Kostrad Latihan di Situ Sanghyang Tasikmalaya

Menurut dia, rekayasa kasus positif tidak akan terjadi, karena untuk mengobati pasien positif Covid-19 biaya yang dikeluarkan dari mulai Rp 5 juta hingga 20 juta per orang, tergantung kondisinya. “Kalau yang biasa itu habis 5-6 jutaan. Tapi kalau yang parah, ada penyakit penyerta itu bisa habis Rp 20 juta lebih,” ujarnya.

Maka dari itu, Maskut mengimbau masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan, baik di luar maupun di dalam rumah. Dengan menerapkan 3M, yakni selalu memakai masker,

mencuci tangan dan menjaga jarak. “Saat ini Garut masuk zona merah penyebaran Covid-19 dan ini bukan rekayasa,” ujarnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.