Tak Ada Solusi Soal Kelangkaan Pupuk Subsidi di Pangandaran

65
0
Encep Najmudin. Sekretaris DPC PKB Kabupaten Pangandaran
Encep Najmudin. Sekretaris DPC PKB Kabupaten Pangandaran

PANGANDARAN – Anggota DPRD Kabupaten Pangandaran dari Fraksi PKB Encep Najmudin mengatakan bahwa kelangkaan pupuk bersubsidi harus diatasi secepat mungkin.

Pria yang akrab dipanggil Encep ini mengatakan bahwa saat ini para petani di Pangandaran mengalami kesulitan mendapat pupuk, padahal sudah memasuki masa tanam.

“Semuanya harus duduk bersama, mencari solusi bagaimana kebutuhan pupuk ini bisa terpenuhi untuk saat ini, karena petani harus mendapatkannya,” kata dia kepada Radar, Jumat (6/11).

Semuanya harus tetap berjalan, menurut dia, hanya karena tidak memiliki Kartu Tani lantas kegiatan petani tidak berjalan. “Ini menyangkut keberlangsungan hidup mereka, semua stakeholder harus cari solusinya,” ujarnya.

Kata dia, permasalahan seperti ini ke depannya jangan sampai terus berulang, pemerintah harus memperhitungkan keberadaan, jumlah petani, luas lahan dan sebagainya, agar prosedur untuk penyaluran pupuk berjalan lancar dan semuanya bisa mengakses. “Untuk saat ini kita tidak bisa saling menyalahkan, tapi ke depannya Dinas Pertanian harus cermat,” katanya.

Baca juga : Bandara Nusawiru Pangandaran Gunakan Navigasi TWR, Ini Fungsinya..

Termasuk dari faktor sosialisasi fungsi Kartu Tani tersebut, sebagai syarat untuk menebus pupuk bersubsidi ini, bisa tersampaikan dengan maksimal. “Kemudian petaninya juga harus respons jika ada penyampaian dari pemerintah, intinya semua harus respons,” uajarnya.

Kemudian keluhan keberadaan kios penyalur pupuk , menurut Encep, juga harus disampaikan ke masyarakat, bahwa pemerintah tidak bisa sembarangan menunjuk penyalur.

“Jalan keluarnya Dinas Sosial harus memberitahu kepada masyarakat akses atau lokasi untuk mendapatkan pupuk ini, sehingga masyarakat tidak kesulitan,” jelasnya.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Kanupaten Pangandaran Aep Haris mengatakan bahwa Pangandaran mendapatkan tambahan kuota pupuk jenis urea sebanyak 6.534 ton di bulan September, kemudian penambahan pupuk jenis SP 36 sebanyak 434 ton, jenis ZA sebanyak 10 ton dan lain-lain. “Penambahan itu untuk Oktober sampai Desember,” katanya.

Petani yang belum mendaftar pada sistem Kartu Tani tersebut, pasti akan kesulitan mendapatkannya. “Sementara dari 85.000 petani yang ada di Pangandaran, baru sekitar 29.000 saja yang memiliki Kartu Tani, “ jelasnya. (den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.