Puluhan Pengusaha tak Bayar Pajak, Reklamenya Diturunkan Satpol PP Kota Banjar

45
DITERTIBKAN. Anggota Satpol PP dan BPPKAD Kota Banjar menurunkan reklame di sejumlah titik. Reklame dan spanduk tersebut diturunkan karena pemiliknya tak membayar pajak. (Cecep herdi / radartasikmalaya.com)

BANJAR – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banjar bersama Bidang Pendapatan BPPKAD Kota Banjar menurunkan 60 reklame, termasuk spanduk dan bilboard di beberapa titik di pusat kota.

Tindakan itu merupakan sanksi tegas terhadap pemilik reklame yang tak mau bayar pajak.

“Itu merupakan sanksi yang kami tegakkan karena para pemilik reklame tidak taat membayar pajak,” kata Kepala Bidang Pendapatan Kota Banjar Heri Sapari Jumat (14/6).

Ia menegaskan sanksi diterapkan berdasarkan Perda Nomor 2 tahun 2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kota Banjar Nomor 2 Tahun 2012 Tentang Pajak Daerah.

Dimana jika pemilik reklame tidak membayar pajak setelah jatuh tempo selama satu bulan, maka reklame yang terpasang di tempat umum akan dicopot.

Selain itu pemilik reklame juga diberikan sanksi berupa denda sebesar 2 persen per bulan dari besaran pokok pajak terutang.

“Selama pajaknya belum dibayarkan maka pemilik dilarang memasang kembali reklame yang sudah diturunkan,” kata dia.

Penegakan perda, kata Heri, harus dilakukan disamping merupakan aturan dasar yang sudah ditetapkan oleh pemerintah kota. Selain itu untuk menjaga pemasukan asli daerah terjaga dan memenuhi target PAD dari pajak reklame.

“Kebanyakan yang kami turunkan adalah reklame yang terpasang di jalan jalan protokol, posisinya selain di pinggir jalan juga dipasang melintang jalan di pusat keramaian,” katanya.

Heri mengimbau supaya pemilik reklame taat aturan pembayaran pajak. Sebab dari pajak pemerintah mengalokasikan untuk pembangunan Kota Banjar.

“Rata-rata pemiliknya merupakan perusahaan, iklan reklamenya berupa produk dan jasa,” terangnya. (cep)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.